KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi permintaan anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Deddy Sitorus, yang memintanya dan para menteri mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN). Gibran menyambut baik usulan tersebut, seraya mengajak Deddy Sitorus untuk ikut berkantor juga di IKN. “Terima kasih atas masukan dari Bapak Anggota Dewan Yang Terhormat Dedy Sitorus. Nanti kita sama-sama berkantor di IKN,” tutur Gibran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Jusuf Kalla Usul Kurangi Subsidi BBM, Gibran Tegaskan Ikuti Arahan Prabowo Gibran memastikan dirinya nanti akan berkantor di IKN. Ia mengajak anggota legislatif tersebut untuk juga berkantor di IKN, karena ibu kota tersebut telah ditetapkan sebagai ibukota politik di tahun 2028. “Sehingga penyelenggaraan negara baik dari sisi eksekutif, yudikatif dan legislatif harus terpenuhi,” tandasnya. Sebelumnya, Deddy membeberkan agar IKN segera dimanfaatkan agar tidak rusak karena tidak kunjung digunakan. "Dari dulu saya minta itu. Wakil Presiden, Menteri Kehutanan, Menteri Desa, Menteri Transmigrasi sana dong tinggal. Uang negara itu barang. Jangan keenakan di Jakarta," kata Deddy dalam rapat Komisi II DPR RI, Jakarta, Senin (30/3/2026). Ia menyebut, dibandingkan kementerian itu menyewa gedung swasta, lebih baik menggunakan gedung yang ada di IKN. Deddy sangat menyayangkan jika gedung-gedung yang dibangun di IKN tidak dipakai. "Kita punya 48 kementerian, Pak, ada lembaga, masa enggak ada yang mau manfaatkan, Pak? Masih banyak kementerian itu yang pakai gedung-gedung yang, mungkin bukan milik pemerintah. Kenapa enggak ke sana aja? Kan kerja sekarang pakai digital kok. Kan gitu nih," kata Deddy.
Baca Juga: RI Bakal Bangun Industri Avtur Berbahan Sawit, Prabowo: Kita Investasi Besar-Besaran Deddy mendorong Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono agar mengusulkan pemafaatan gedung di IKN Kepada Presiden Prabowo Subianto. "Tolonglah diskusi dengan Pak Presiden dengan menteri-menteri yang ada supaya kita utilisasi Pak. Jahat kita sama rakyat barang berdiri enggak digunakan, uang dibakar untuk maintenance," ucapnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News