KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan keluhan pengusaha terkait proses restitusi pajak.
Menurutnya, restitusi menjadi persoalan penting bagi dunia usaha karena berkaitan langsung dengan kondisi arus kas perusahaan. Agus mengatakan, keluhan tersebut juga disampaikan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pengusaha membutuhkan pencairan restitusi untuk menjaga likuiditas, terutama ketika perusahaan harus membiayai proyek-proyek baru.
"Keluhan dari Kadin memang juga menjadi keluhan yang banyak disampaikan ke kami mengenai restitusi. Dan kebanyakan dari mereka menganggap bahwa restitusi ini penting karena berkaitan dengan
cash flow yang mereka hadapi," ujar Agus dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: AMRO Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% pada 2026, Tapi Diselimuti Tantangan Menurutnya, ketersediaan
cash flow menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk menjalankan ekspansi maupun mendanai proyek-proyek baru. "Proyek-proyek baru yang mereka harus didanai. Itu juga tergantung dari kesiapan
cash flow-nya," katanya. Agus menegaskan pemerintah memahami keresahan yang disampaikan pelaku usaha. Kementerian Perindustrian pun telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. "Dan tentu keluhan (pengusaha) ini kami sangat pahami dan sudah kami koordinasikan, sudah kami sampaikan, dan konsultasikan kepada Menteri Keuangan, yang memang punya kewenangan atau kebijakan mengenai restitusi," jelas Agus. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati mengungkapkan adanya keluhan dari sejumlah pengusaha di Jawa Timur mengenai restitusi pajak. Menurut dia, persoalan tersebut bahkan dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan industri dan tenaga kerja.
Baca Juga: Prabowo Tiba di Vladivostok, Hadiri Eastern Economic Forum 2026 Rahayu mengatakan, sekitar sebulan sebelumnya, dirinya menerima keluhan dari pelaku industri yang menyebut keterlambatan restitusi dapat membuat perusahaan kesulitan mempertahankan operasional dan bisa berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dia menilai persoalan restitusi pajak perlu segera mendapat perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga pekerja yang menggantungkan penghasilan dari sektor industri. "Ini sangat mendesak, menurut saya,
urgent, berkaitan dengan jutaan jiwa karena mereka yang ada di industri," tegasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News