Restorasi gambut seluas 900.000 ha di 2017



JAKARTA. Program restorasi gambut yang diinisiasi sejak tahun lalu kini mulai berjalan. Badan Restorasi Gambut menargetkan tahun ini akan ada 900.000 hektare (ha) lahan gambut yang akan dipulihkan.

Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead mengatakan, pada tahun 2016, realisasi program restorasi gambut mencapai 200.000 ha. Untuk mencapai target 900.000 ha restorasi gambut, pemerintah mentargetkan tahun ini ada 700.000 ha lahan gambut yang direstorasi.

"Dengan pencapaian tahun 2016 dan target tahun ini, kami optimistis target presiden tercapai," katanya, Rabu (26/4).


Dari jumlah tersebut, Nasir mengatakan, restorasi gambut yang akan didanai dengan menggunakan dana APBN 2017 sebesar Rp 860 miliar untuk lahan gambut seluas 250.000 hektare.

Sementara restorasi lahan gambut seluas 400.000 ha lainnya akan dibiayai oleh industri yang memiliki izin di wilayah gambut. Sisanya atau seluas 50.000 ha, pelaksanaan restorasi lahan gambutnya akan dibiayai oleh pihak donor.

Badan Restorasi Gambut akan menggunakan dana hibah yang didapatnya dari beberapa negara, antara lain hibah dari Norwegia sebesar US$ 800 juta, dari Inggris US$ 3 juta, dan dari Amerika Serikat US$ 2,9 juta.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo menargetkan pemerintah bisa merestorasi lahan gambut seluas 2 juta ha hingga tahun 2020. Untuk itu dalam program ini, presiden meminta Badan Restorasi Gambut juga melibatkan warga masyarakat dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pemegang konsesi.

Selain itu pelaksanaan program restorasi gambut juga perlu didukung seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah. Jokowi juga bilang, perlindungan dan pemulihan fungsi ekologis gambut menjadi prioritas untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan di lahan gambut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie