JAKARTA. Sebagai penyokong performa fundamental, PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI) mengusung program restrukturisasi aset. Melalui program tersebut, kualitas aset, terutama sisi non performing loan (NPL) alias kredit bermasalah bank pelat merah ini membaik. Analis Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja menilai, program restrukturisasi aset yang digelar BBNI sudah terlihat hasilnya. Sepanjang tahun lalu, BBNI menyalurkan kredit senilai Rp 325,35 triliun, naik 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai Rp 277,36 triliun. Nah, dari total kredit tersebut, 70% merupakan kredit sehat. Lalu, 12% kredit dengan klasifikasi special mention (perhatian khusus). Hanya, 18% kredit bermasalah. Secara keseluruhan, jumlah kredit bermasalah yang berhasil direstrukturisasi terus meningkat.
Restrukturisasi memoles kinerja BNI
JAKARTA. Sebagai penyokong performa fundamental, PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI) mengusung program restrukturisasi aset. Melalui program tersebut, kualitas aset, terutama sisi non performing loan (NPL) alias kredit bermasalah bank pelat merah ini membaik. Analis Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja menilai, program restrukturisasi aset yang digelar BBNI sudah terlihat hasilnya. Sepanjang tahun lalu, BBNI menyalurkan kredit senilai Rp 325,35 triliun, naik 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai Rp 277,36 triliun. Nah, dari total kredit tersebut, 70% merupakan kredit sehat. Lalu, 12% kredit dengan klasifikasi special mention (perhatian khusus). Hanya, 18% kredit bermasalah. Secara keseluruhan, jumlah kredit bermasalah yang berhasil direstrukturisasi terus meningkat.