Return reksadana saham kalahkan IHSG



JAKARTA. Kabar gembira bagi Anda, para investor reksadana. Tujuh bulan ini, reksadana saham menorehkan kinerja  kinclong. Data Infovesta Utama memperlihatkan, rata-rata imbal hasil (return) reksadana saham per akhir Juli 2014 mencapai 22,89%.

Prestasi tersebut mengalahkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 19,06% di periode yang sama. Return reksadana saham tentu saja mengungguli reksadana jenis lain. Contohnya,  rata-rata imbal hasil reksadana campuran 13,38%.

Tiga produk besutan Pratama Capital Asset Management menempati urutan teratas produk dengan return tertinggi. Di urutan pertama, Dana Pratama Ekuitas membagikan return 41,71%. Lalu, Pratama Saham berimbal hasil 38,67%, serta Pratama Equity yang menorehkan return 34,43%.


Analis Infovesta Utama Viliawati menilai, moncernya kinerja reksadana saham ditopang beberapa indikator ekonomi. Seperti mulai melandainya laju inflasi, dan membaiknya nilai tukar rupiah dibanding akhir tahun lalu.

Faktor politik domestik yang cukup kondusif juga menjadi sentimen positif bagi kinerja pasar saham. "Sehingga kinerja reksadana saham yang mayoritas portofolionya  pada efek saham  ikut mencetak kinerja tinggi," ujar Viliawati, Senin (4/8).

Selain itu, fleksibilitas manajer investasi dalam mengalokasikan portofolio pada sektor yang lebih prospektif menjadi kunci return reksadana saham mampu mengalahkan kinerja IHSG.

Ia mencontohkan, tingginya return Dana Pratama Ekuitas ditopang strategi alokasi portofolio yang sesuai pergerakan pasar tahun ini. Dana Pratama memperbesar alokasi di sektor banking, konsumer dan properti.

Direktur Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat mengklaim, moncernya kinerja reksadana saham kelolaannya ditopang pemilihan saham dan rotasi sektor yang tepat. Sekadar informasi, dua produk Bahana, yakni Bahana Dana Prima dan Bahana Trailblazer Fund membagikan return masing-masing 25,41% dan 25,77%.

Viliawati menduga, prospek kinerja reksadana hingga akhir tahun masih bagus. Namun, kenaikan kinerja diperkirakan lebih terbatas. "Kemungkinan ada konsolidasi jangka pendek, sebab bursa saham naik tinggi jelang pemilu. Valuasi IHSG juga tak  murah," ungkap Viliawati.

Ia memperkirakan, hingga tutup tahun ini, rata-rata return reksadana saham bisa mencapai 25%. Tapi yang patut diingat, kinerja reksadana masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa datang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini