JAKARTA. Pemerintah bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan harga BBM akan mendongkrak inflasi di tahun ini. Meski begitu, kinerja saham emiten sektor konsumsi diprediksi tak banyak terpengaruh kenaikan inflasi. Ini membuat reksadana saham dengan basis saham sektor konsumsi masih prospektif di tahun ini. Analis Infovesta Utama, Viliawati menduga, kinerja saham sektor konsumsi berpotensi mengunggungguli kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun ini. Saham-saham sektor konsumsi berkapitalisasi besar bisa menjadi alternatif pilihan bagi manajer investasi untuk mendongkrak return reksadana. "Bila dibandingkan dengan reksadana saham non sektoral, reksadana saham sektor konsumsi berpeluang mencetak kinerja di atas kinerja rata-rata reksadana saham yang diperkirakan sekitar 12%-15% hingga akhir tahun," kata Viliawati.
Return reksadana saham sektor konsumsi memikat
JAKARTA. Pemerintah bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan harga BBM akan mendongkrak inflasi di tahun ini. Meski begitu, kinerja saham emiten sektor konsumsi diprediksi tak banyak terpengaruh kenaikan inflasi. Ini membuat reksadana saham dengan basis saham sektor konsumsi masih prospektif di tahun ini. Analis Infovesta Utama, Viliawati menduga, kinerja saham sektor konsumsi berpotensi mengunggungguli kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun ini. Saham-saham sektor konsumsi berkapitalisasi besar bisa menjadi alternatif pilihan bagi manajer investasi untuk mendongkrak return reksadana. "Bila dibandingkan dengan reksadana saham non sektoral, reksadana saham sektor konsumsi berpeluang mencetak kinerja di atas kinerja rata-rata reksadana saham yang diperkirakan sekitar 12%-15% hingga akhir tahun," kata Viliawati.