JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mengklaim bisa mengurangi impor LPG setelah adanya produksi LPG dari unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang terletak di Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang telah mulai beroperasi secara komersial pada bulan Oktober 2015. General Manager RU IV Cilacap Nyoman Sukadana mengatakan dengan beroperasinya unit RFCC yang menghasilkan produksi LPG 1.066 ton/hari, Pertamina dapat menekan impor LPG untuk kebutuhan Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar 50%. Dengan berkurangnya impor LPG tersebut maka Pertamina bisa menghemat devisa negara secara signifikan. Maklum, sebelum beroperasinya unit RFCC tersebut, pemenuhan kebutuhan LPG masyarakat berasal dari RU IV Cilacap dan impor di mana RU IV Cilacap per harinya hanya dapat memproduksi sekitar 200 ton/hari. Dengan adanya produksi LPG tersebut, Pertamina pun siap menyalurkan perdana LPG dari RFCC RU IV Cilacap ke Gas Domestik (Gasdom) Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah. Penyaluran LPG tersebut disalurkan melalui pipa dan disimpan dalam tanki LPG di Gasdom Region IV yang terletak di Kawasan Industri Cilacap (KIC). Dari produksi LPG tersebut akan disalurkan ke masyarakat yang berada di Pulau Jawa, utamanya provinsi Jawa Tengah sehingga dapat menjamin pasokan LPG di daerah tersebut.
RFCC Cilacap mampu produksi LPG 1.066 ton/hari
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mengklaim bisa mengurangi impor LPG setelah adanya produksi LPG dari unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang terletak di Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang telah mulai beroperasi secara komersial pada bulan Oktober 2015. General Manager RU IV Cilacap Nyoman Sukadana mengatakan dengan beroperasinya unit RFCC yang menghasilkan produksi LPG 1.066 ton/hari, Pertamina dapat menekan impor LPG untuk kebutuhan Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar 50%. Dengan berkurangnya impor LPG tersebut maka Pertamina bisa menghemat devisa negara secara signifikan. Maklum, sebelum beroperasinya unit RFCC tersebut, pemenuhan kebutuhan LPG masyarakat berasal dari RU IV Cilacap dan impor di mana RU IV Cilacap per harinya hanya dapat memproduksi sekitar 200 ton/hari. Dengan adanya produksi LPG tersebut, Pertamina pun siap menyalurkan perdana LPG dari RFCC RU IV Cilacap ke Gas Domestik (Gasdom) Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah. Penyaluran LPG tersebut disalurkan melalui pipa dan disimpan dalam tanki LPG di Gasdom Region IV yang terletak di Kawasan Industri Cilacap (KIC). Dari produksi LPG tersebut akan disalurkan ke masyarakat yang berada di Pulau Jawa, utamanya provinsi Jawa Tengah sehingga dapat menjamin pasokan LPG di daerah tersebut.