KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melakukan hunting (berburu) minyak mentah dari negara-negara dengan surplus minyak. Langkah ini dilakukan karena Indonesia kehilangan sebesar 25% sumber impor minyak imbas konflik Timur Tengah. Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menjelaskan, strategi ini dilakukan untuk menggantikan metode lelang melalui PT Pertamina yang selama ini dilakukan. Pasalnya, di tengah kondisi saat ini, jumlah peserta lelang yang ingin memasok minyak ke dalam negeri relatif minim. Praktisi minyak dan gas (migas) sekaligus Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo menilai, metode hunting ke negara-negara dengan stok berlebih sebenarnya efektif untuk mengamankan pasokan minyak mentah Indonesia.
RI Kehilangan 25% Sumber Minyak Mentah, Metode Berburu Minyak Efektif?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melakukan hunting (berburu) minyak mentah dari negara-negara dengan surplus minyak. Langkah ini dilakukan karena Indonesia kehilangan sebesar 25% sumber impor minyak imbas konflik Timur Tengah. Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menjelaskan, strategi ini dilakukan untuk menggantikan metode lelang melalui PT Pertamina yang selama ini dilakukan. Pasalnya, di tengah kondisi saat ini, jumlah peserta lelang yang ingin memasok minyak ke dalam negeri relatif minim. Praktisi minyak dan gas (migas) sekaligus Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo menilai, metode hunting ke negara-negara dengan stok berlebih sebenarnya efektif untuk mengamankan pasokan minyak mentah Indonesia.