KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi kerja sama jual beli nikel antara Indonesia dan Filipina dalam rangkaian KTT ASEAN mendapat sorotan dari pelaku usaha. Pasalnya, ketergantungan industri smelter dalam negeri terhadap pasokan bijih nikel dari Filipina tercatat semakin menebal. Ketua Komite Tambang dan Minerba Bidang ESDM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hendra Sinadia menjelaskan, lonjakan impor ini tidak terlepas dari dinamika regulasi di internal pemerintah. Pengetatan kuota produksi menjadi pemicu utama smelter mencari pasokan dari luar negeri. "Importasi biji nikel dari Filipina terkait kebijakan Pemerintah yang mengetatkan pemberian kuota RKAB untuk tahun 2026, akibatnya smelter-smelter nikel khususnya di daerah Maluku Utara terpaksa melakukan importasi nikel dari Filipina; negara terdekat yang bisa mensupply biji nikel laterit," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (7/5/2026).
RI Ketergantungan Nikel Filipina, Apindo Buka Suara Soal Kerjasama di KTT ASEAN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi kerja sama jual beli nikel antara Indonesia dan Filipina dalam rangkaian KTT ASEAN mendapat sorotan dari pelaku usaha. Pasalnya, ketergantungan industri smelter dalam negeri terhadap pasokan bijih nikel dari Filipina tercatat semakin menebal. Ketua Komite Tambang dan Minerba Bidang ESDM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hendra Sinadia menjelaskan, lonjakan impor ini tidak terlepas dari dinamika regulasi di internal pemerintah. Pengetatan kuota produksi menjadi pemicu utama smelter mencari pasokan dari luar negeri. "Importasi biji nikel dari Filipina terkait kebijakan Pemerintah yang mengetatkan pemberian kuota RKAB untuk tahun 2026, akibatnya smelter-smelter nikel khususnya di daerah Maluku Utara terpaksa melakukan importasi nikel dari Filipina; negara terdekat yang bisa mensupply biji nikel laterit," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (7/5/2026).
TAG: