PEKANBARU. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berupaya menyelaraskan jumlah hutan tanaman yang berasal dari lahan yang tidak produktif serta dari hutan alam. Petrus Gunarso, Sustainability Director RAPP, mengatakan, untuk menerapkan langkah tersebut, perusahaan itu melakukan pendekatan bentang alam dalam mengelola hutan tetap lestari. Dengan menggunakan pendekatan itu, hutan tanaman dikembangkan pada areal yang tidak produktif. Sementara hutan alam yang bernilai tinggi tetap dipertahankan. Selain itu, ada juga lahan konsesi resmi yang dikelola oleh masyarakat. "Saat ini kami sudah mengonversi tidak kurang dari 250.000 hektare (ha). Sementara 70.000 ha lainnya bersama masyarakat," katanya, Kamis (22/1).
Riau Andalan kembangkan lahan tak produktif
PEKANBARU. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berupaya menyelaraskan jumlah hutan tanaman yang berasal dari lahan yang tidak produktif serta dari hutan alam. Petrus Gunarso, Sustainability Director RAPP, mengatakan, untuk menerapkan langkah tersebut, perusahaan itu melakukan pendekatan bentang alam dalam mengelola hutan tetap lestari. Dengan menggunakan pendekatan itu, hutan tanaman dikembangkan pada areal yang tidak produktif. Sementara hutan alam yang bernilai tinggi tetap dipertahankan. Selain itu, ada juga lahan konsesi resmi yang dikelola oleh masyarakat. "Saat ini kami sudah mengonversi tidak kurang dari 250.000 hektare (ha). Sementara 70.000 ha lainnya bersama masyarakat," katanya, Kamis (22/1).