RICY perkuat jaringan distribusi untuk meningkatkan kinerja bisnis tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) optimis kinerja di tahun 2019 bakal semakin positif dibandingkan tahun ini. Perseroan berupaya meningkatkan penjualan garmen underwear dan outerwear-nya.

Memasuki tahun politik di 2019, Tirta Heru Citta, Direktur RICY mengaku tidak terlalu berdampak bagi bisnis perseroan. Sebab menurutnya produk pakaian dalam dinilai sebagai kebutuhan dasar di segmen bisnis garmen.

"Oleh karena itu kami yakin akan tetap tumbuh karena (kualitas) produk dan jaringan distribusi yang ada," terangnya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/12). Untuk itu, katanya, perseroan masih yakin dengan target pertumbuhan 15% dapat dicapai ditahun tersebut.


Sementara itu saat momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun ini asosiasi pertekstilan sempat menargetkan nilai transaksi hingga US$ 10 juta. Mengenai hal tersebut, Tirta mengaku produk perseroan tidak terlalu terpengaruh besar dengan pesta diskon e-commerce tersebut.

Adapun penjualan RICY masih didominasi oleh pasar domestik, sekitar 80% atau Rp 1,2 triliun dari total revenue di kuartal ketiga 2018 ini yang tercatat sebanyak Rp 1,51 triliun. Untuk garmen, penjualan domestik khususnya section pakaian dalam sampai kuartal tiga tahun ini memberi kontribusi sebesar Rp 346,34 miliar, naik 10,48% dari tahun lalu sebesar Rp 313,50 miliar.

Sementara dari segmen spinning, penjualan domestik memberi kontribusi sebesar Rp 750,83 miliar di triwulan ketiga 2018 naik 87,67% ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 400,09 miliar. Sedangkan untuk garmen pakaian dalam ekspor di sembilan bulan pertama 2018 tercatat sebesar Rp 222,37 miliar naik 2,99% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 215,91 miliar.

Mengenai kemungkinan menambah portofolio produk baru, Tirta mengatakan saat ini perseroan masih fokus pada lini produk yang telah eksis sehingga belum ada penambahan. Asal tahu saja, RICY telah melakukan penambahan koleksi produk yakni tipe boxer seamless untuk pria dan segmen underwear untuk perempuan dengan merek GT Ladies.

Menurut Tirta, produk yang mulai dipasarkan pada kisaran awal tahun 2018 tersebut belum memiliki target penjualan. Sebabnya, produk ini masih dalam fase test pasar, khususnya untuk pakaian dalam wanita. 

Saat ini perseroan memiliki dua pabrik di Jawa Barat. Pabrik di Cicalengka, Bandung berkapasitas produksi 60.000 bales yarn per tahun, sedangkan pabrik di Citeureup, Bogor berkapasitas produksi 30.000 potong pakaian dalam pria.

RICY juga menjalankan produksi di pabrik garmen Tegal, Jawa Tengah. Pabrik berkapasitas produksi 5.000 lusin per bulan itu, mereka sewa sejak 2017. Untuk menunjang kegiatan bisnis di tahun ini, perseroan mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 20 miliar untuk meremajakan mesin produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .