Rights Issue Anabatic (ATIC) Rampung , Siapkan Rp 280,37 Miliar untuk bayar Obligasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) telah merampungkan aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 578,84 juta saham baru. Dana yang diperoleh menjadi salah satu sumber pendanaan untuk menyelesaikan kewajiban obligasi konversi perusahaan.

Dalam keterangan resmi Selasa (13/10/2026), Anabatic Technologies menyebut penyelesaian obligasi konversi tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 560 miliar. Pendanaan berasal dari tiga sumber, yakni Rp 280,37 miliar dari hasil rights issue, fasilitas pinjaman baru dari UOB sebesar Rp 150 miliar, serta kas internal perusahaan sebesar Rp 129,62 miliar.

Anabatic Technologies memperkirakan penyelesaian kewajiban tersebut dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas diproyeksikan turun dari 2,8 kali per 30 Juni 2026 menjadi 1,7 kali setelah pembayaran obligasi konversi selesai.


Baca Juga: Mayoritas Saham Big Banks Melemah pada Sesi I, BBCA hingga BMRI Terkoreksi

Selain menurunkan kewajiban utang berbunga, langkah tersebut diharapkan mengurangi beban keuangan perusahaan ke depan. Penghematan bunga yang diperoleh dapat dialokasikan kembali untuk mendukung kebutuhan operasional, pengembangan bisnis, dan inisiatif pertumbuhan strategis.

Dengan kondisi keuangan yang lebih kuat, Anabatic Technologies juga berharap memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola operasional dan mengevaluasi kebutuhan pendanaan untuk pengembangan bisnis selanjutnya.

Dari sisi bisnis, perusahaan akan tetap berfokus mengembangkan bisnis teknologi informasi (TI) sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan. Strategi yang disiapkan mencakup penguatan kapabilitas yang sudah dimiliki serta penambahan produk dan solusi teknologi untuk menjawab kebutuhan pelanggan.

Anabatic Technologies juga berencana memperluas portofolio produk dan solusi yang terintegrasi guna menjangkau pasar yang lebih luas dan membuka peluang pertumbuhan baru.

Baca Juga: Konsolidasi MI Menguat, Manajer Investasi Kecil Tertekan Aturan Modal Baru

Selain mengandalkan pertumbuhan organik, perusahaan tetap membuka peluang ekspansi anorganik melalui akuisisi. Namun, setiap peluang akan dievaluasi berdasarkan potensi penguatan kapabilitas, perluasan portofolio, akses ke pasar atau pelanggan baru, serta sinergi dengan bisnis yang sudah berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News