JAKARTA. Puluhan triliun rupiah dana hasil penerbitan saham baru atau rights issue akan mengguyur bursa saham. Berdasarkan riset KONTAN, setidaknya tujuh emiten saham yang sudah berancang-ancang menggelar rights issue dengan total nilai Rp 45 triliun, pada semester I-2017. Mereka antara lain PT Sentul City Tbk (BKSL) yang akan melepas saham baru senilai Rp 2,32 triliun. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga akan rights issue senilai Rp 35,1 triliun sebagai bagian dari restrukturisasi utang. Emiten lain yang menyiapkan rights issue adalah PT Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO) yang membidik Rp 4,1 triliun, serta PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) senilai Rp 408,9 miliar (lihat tabel). Analis NH Korindo Securities Bima Setiaji menilai, momentum paling tepat untuk menerbitkan rights issue adalah pada kuartal II atau kuartal III. Sebab pada kuartal I, pasar masih diwarnai sentimen negatif dan ketidakpastian. "Dari global, masih ada isu kebijakan Trump. Dari dalam negeri, investor masih wait and see atas penyelenggaraan Pilkada," ujar dia, kemarin.
Rights issue membanjiri pasar saham
JAKARTA. Puluhan triliun rupiah dana hasil penerbitan saham baru atau rights issue akan mengguyur bursa saham. Berdasarkan riset KONTAN, setidaknya tujuh emiten saham yang sudah berancang-ancang menggelar rights issue dengan total nilai Rp 45 triliun, pada semester I-2017. Mereka antara lain PT Sentul City Tbk (BKSL) yang akan melepas saham baru senilai Rp 2,32 triliun. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga akan rights issue senilai Rp 35,1 triliun sebagai bagian dari restrukturisasi utang. Emiten lain yang menyiapkan rights issue adalah PT Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO) yang membidik Rp 4,1 triliun, serta PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) senilai Rp 408,9 miliar (lihat tabel). Analis NH Korindo Securities Bima Setiaji menilai, momentum paling tepat untuk menerbitkan rights issue adalah pada kuartal II atau kuartal III. Sebab pada kuartal I, pasar masih diwarnai sentimen negatif dan ketidakpastian. "Dari global, masih ada isu kebijakan Trump. Dari dalam negeri, investor masih wait and see atas penyelenggaraan Pilkada," ujar dia, kemarin.