JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak terburu-buru untuk melaunching perdagangan produk kontrak berjangkka indeks efek LQ 45 atau LQ 45 futures. Pasalnya saat ini, dari sembilan anggota bursa yang menjadi vendor, tidak semuanya sudah memiliki sistem yang siap untuk menjalankan perdagangan tersebut. Alpino Kinajaya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa mengatakan bahwa saat ini AB tengah mengembangkan ekosistem untuk produk derivatif tersebut. Aturan ini mengenai informasi dan hal yang berkaitan dengan produk derivatif tersebut, pasalnya LQ 45 futures memiliki leverage yang lebih tinggi dibandingkan saham. "Untuk LQ 45 Futures itu, dia harus bisa sediakan info kepada nasabah, itu yang harus dikembangkan sendiri dan itu yang vendornya sedang siapkan ekosisitem, jurnal entry, back office, risk management. Semua itu yang penting," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (8/4).
Rilis LQ45 Futures masih tunggu kesiapan AB
JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak terburu-buru untuk melaunching perdagangan produk kontrak berjangkka indeks efek LQ 45 atau LQ 45 futures. Pasalnya saat ini, dari sembilan anggota bursa yang menjadi vendor, tidak semuanya sudah memiliki sistem yang siap untuk menjalankan perdagangan tersebut. Alpino Kinajaya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa mengatakan bahwa saat ini AB tengah mengembangkan ekosistem untuk produk derivatif tersebut. Aturan ini mengenai informasi dan hal yang berkaitan dengan produk derivatif tersebut, pasalnya LQ 45 futures memiliki leverage yang lebih tinggi dibandingkan saham. "Untuk LQ 45 Futures itu, dia harus bisa sediakan info kepada nasabah, itu yang harus dikembangkan sendiri dan itu yang vendornya sedang siapkan ekosisitem, jurnal entry, back office, risk management. Semua itu yang penting," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (8/4).