Rilis obligasi, Bank ICBC tak perlu lagi cari DPK



JAKARTA. PT Bank ICBC Indonesia membidik pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 35% di tahun 2015 ini. Salah satu penopang penyaluran kredit tersebut ialah hasil penjualan obligasi global sebesar US$ 500 juta. Deputy Head of Strategic Management and Transformation Office Bank ICBC, Surya Wijaya mengungkapkan, dengan penerbitan surat utang ini, Bank ICBC Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit sebanyak 35%. Dengan obligasi ini, Bank ICBC Indonesia mengklaim tidak perlu menggenjot pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). "Kami sudah issue bonds sebesar US$ 500 juta. Jadi kami tidak perlu lagi mencari DPK. Obligasi yang kami luncurkan ini sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan penyaluran kredit tersebut," ujar Surya, saat press briefing peluncuran global bonds di Jakarta, Jumat (30/1). Ia menjelaskan, target pertumbuhan penyaluran kredit tersebut akan diarahkan ke sektor manufacturing, infrastruktur, serta fokus kepada subtitusi impor. "Kami harapkan Indonesia tidak impor lebih tinggi lagi," katanya. Lebih lanjut Surya menambahkan, penerbitan global bonds sebesar US$ 500 juta merupakan refleksi dari kepercayaan penuh investor terhadap Bank ICBC Indonesia dan iklim investasi secara umum di Indonesia. Obligasi ini sendiri sudah dibeli oleh ICBC Ltd. Dana ini cukup untuk penyaluran kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan