Rilis produk kasbon, CIMB Niaga optimistis bisnis KTA masih potensial



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) melihat bisnis kredit tanpa agunan (KTA) masih potensial hingga akhir tahun. Padahal tahun lalu, KTA mengalami tekanan seiring pandemi memberi tekanan pendapatan bagi masyarakat.

Terlebih, CIMB Niaga baru saja meluncurkan produk KTA baru berbasis payroll yakni Kasbon. Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang, produk teranyar ini berupa talangan kepada nasabah hingga gajian. Ia masih memantau kinerja produk KTA baru ini. 

“Jadi, CIMB Niaga punya dua jenis KTA. Bisa reguler yang masa pinjaman bisa hingga 3 tahun atau hanya untuk talangan sampai gajian,” kata Lani kepada Kontan.co.id pada pekan lalu. 


Ia mengaku, bisnis KTA belum pulih pada paruh pertama 2021. Maklum, CIMB Niaga tengah menerapkan filter untuk pengajuan kredit seiring kondisi pandemi telah mempengaruhi kemampuan bayar masyarakat.

Baca Juga: CIMB Niaga catatkan penyaluran KPR tumbuh 7,4% hingga Agustus

Asal tahu saja, CIMB Niaga mampu mencatatkan pertumbuhan kredit konsumer berkisar 5% hingga 6% secara tahunan atau year on year (yoy) per Juli 2021. Lani mengapresiasi langkah pemerintah yang melakukan pelonggaran PPKM saat kondisi Covid-19 bisa dikendalikan.

“Ini baik sekali, sehingga memberikan ruang gerak yang lebih baik untuk pertumbuhan usaha masyarakat dan nasabah. Sampai Juli, bisnis konsumer masih tetap tumbuh di tengah pandemi walaupun bisa lebih baik jika tidak ada pandemi,” ujar Lani.

Ia mengatakan, segmen kredit pemilikan rumah (KPR) mampu tumbuh 7% yoy per Juli 2021. Sedangkan, kredit kendaraan bermotor lewat anak perusahaan CIMB Niaga Auto Finance melesat 13% yoy.

Namun, bisnis kartu kredit masih terkontraksi 8% yoy, maklum kegiatan terkait travel masih jauh dari normal. Di sisi penghimpunan dana, CIMB Niaga mampu mencatatkan pertumbuhan dana murah atau current account and saving account dobel digit.

“Sampai akhir tahun kami harap masih berlanjut positif. Pertumbuhan 5% hingga 6% paling tidak bisa dipertahankan. Asalkan jangan ada PPKM ketat lagi,” kata Lani.

Selanjutnya: Dorong bisnis KPR, CIMB Niaga kembangkan aplikasi digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat