JAKARTA. Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO) menunda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pembahasan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rapat ini digelar terkait rencana penawaran umum terbatas (right issue) yang nilainya mencapai Rp 7,52 triliun. Rapat yang seharusnya dilakukan hari ini, ditunda menjadi tanggal 12 Februari 2016. Penundaan ini karena sesuatu hal. "Tempat, waktu, agenda tidak mengalami perubahan," kata Henry Purwantoro, Direktur Utama RIMO di keterbukaan informasi, Kamis (28/1) lalu. Terkait right issue yang akan dilakukan RIMO, Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "RIMO efektif pendaftarannya di OJK bukan dari kita. Jadi silahkan tanya ke OJK, kalau kita cuma tunggu keputusan dari sana," tandasnya di Gedung BEI pada Rabu (27/1) lalu.
RIMO menunda pembahasan right issue Rp 7,52 T
JAKARTA. Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO) menunda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pembahasan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rapat ini digelar terkait rencana penawaran umum terbatas (right issue) yang nilainya mencapai Rp 7,52 triliun. Rapat yang seharusnya dilakukan hari ini, ditunda menjadi tanggal 12 Februari 2016. Penundaan ini karena sesuatu hal. "Tempat, waktu, agenda tidak mengalami perubahan," kata Henry Purwantoro, Direktur Utama RIMO di keterbukaan informasi, Kamis (28/1) lalu. Terkait right issue yang akan dilakukan RIMO, Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "RIMO efektif pendaftarannya di OJK bukan dari kita. Jadi silahkan tanya ke OJK, kalau kita cuma tunggu keputusan dari sana," tandasnya di Gedung BEI pada Rabu (27/1) lalu.