HONGKONG. Mayoritas mata uang Asia mencatatkan penguatan awal pekan ini. Ringgit Malaysia memimpin penguatan versus dolar AS di antara mata uang regional lainnya. Pada pukul 10.55 waktu Hong Kong, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index, yang mengukur kekuatan 10 mata uang Asia teraktif terhadap dolar AS di luar yen Jepang, naik 0,1%. Sementara, ringgit Malaysia menguat 0,4% menjadi 3,0252 per dolar. Sedangkan dolar Taiwan menguat 0,1% menjadi NT$ 29,534. Di negara Asia lainnya, won Korea Selatan diperdagangkan di posisi 1.123,40 per dolar, peso Filipina di posisi 42,50, rupiah Indonesia berada di posisi 9.025, dan baht Thailand berada di posisi 30,84. Keempat mata uang Asia ini bergerak tak lebih dari 0,1% dari posisi penutupan pada akhir pekan lalu. Penguatan mata uang Asia terjadi setelah parlemen Yunani menyetujui pemangkasan anggaran yang dibutuhkan negara itu untuk mendapatkan bailout internasional. Selain itu, hasil survei Bloomberg menunjukkan optimisme atas ekonomi sejumlah negara Asia. Hasil survei Bloomberg menunjukkan, perekonomian Malaysia akan naik selama sembilan kuartal lamanya pada kuartal akhir 2011 dan penjualan ritel Singapura akan naik selama sepuluh bulan berturut-turut pada Desember lalu. "Dengan meredanya kecemasan mengenai Yunani, sentimen risiko mulai pulih secara umum. Hal ini menarik arus dana asing untuk masuk ke kawasan regional. Meski begitu, masalah Yunani belum sepenuhnya terpecahkan dan sentimen yang ada masih sangat rentan," papar Tohru Nishihama, ekonom Dai-ichi Life Research Institute Inc di Tokyo. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia
HONGKONG. Mayoritas mata uang Asia mencatatkan penguatan awal pekan ini. Ringgit Malaysia memimpin penguatan versus dolar AS di antara mata uang regional lainnya. Pada pukul 10.55 waktu Hong Kong, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index, yang mengukur kekuatan 10 mata uang Asia teraktif terhadap dolar AS di luar yen Jepang, naik 0,1%. Sementara, ringgit Malaysia menguat 0,4% menjadi 3,0252 per dolar. Sedangkan dolar Taiwan menguat 0,1% menjadi NT$ 29,534. Di negara Asia lainnya, won Korea Selatan diperdagangkan di posisi 1.123,40 per dolar, peso Filipina di posisi 42,50, rupiah Indonesia berada di posisi 9.025, dan baht Thailand berada di posisi 30,84. Keempat mata uang Asia ini bergerak tak lebih dari 0,1% dari posisi penutupan pada akhir pekan lalu. Penguatan mata uang Asia terjadi setelah parlemen Yunani menyetujui pemangkasan anggaran yang dibutuhkan negara itu untuk mendapatkan bailout internasional. Selain itu, hasil survei Bloomberg menunjukkan optimisme atas ekonomi sejumlah negara Asia. Hasil survei Bloomberg menunjukkan, perekonomian Malaysia akan naik selama sembilan kuartal lamanya pada kuartal akhir 2011 dan penjualan ritel Singapura akan naik selama sepuluh bulan berturut-turut pada Desember lalu. "Dengan meredanya kecemasan mengenai Yunani, sentimen risiko mulai pulih secara umum. Hal ini menarik arus dana asing untuk masuk ke kawasan regional. Meski begitu, masalah Yunani belum sepenuhnya terpecahkan dan sentimen yang ada masih sangat rentan," papar Tohru Nishihama, ekonom Dai-ichi Life Research Institute Inc di Tokyo. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News