Ringgit Melemah, Bagaimana Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Asia?



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar ringgit Malaysia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (1/9/2026), sementara dolar Taiwan menguat.

Mengutip Reuters, pada pukul 02.29 GMT atau 09.29 WIB, ringgit berada di level 4,032 per dolar AS, melemah 0,25% dibandingkan posisi sebelumnya di 4,022.

Baca Juga: AS Bikin Para Menteri G20 Kesal Setelah Izinkan Rusia Kembali Bergabung


Sebaliknya, dolar Taiwan menguat 0,16% menjadi 31,615 per dolar AS dari posisi sebelumnya 31,666.

Sejumlah mata uang Asia lainnya bergerak beragam. Yen Jepang melemah 0,02% menjadi 159,760 per dolar AS, sedangkan dolar Singapura turun 0,06% ke level 1,271.

Won Korea Selatan melemah 0,15% menjadi 1.369,20 per dolar AS. Baht Thailand juga turun 0,13% ke 33,175 per dolar AS.

Sementara itu, peso Filipina menguat 0,10% menjadi 62,301 per dolar AS.

Rupiah Indonesia dan rupee India masing-masing relatif stabil di level 17.710 dan 95,163 per dolar AS.

Baca Juga: Yield US Treasury Tembus Level Tertinggi 19 Bulan, Konflik AS-Iran Jadi Pemicu

Kinerja mata uang Asia sepanjang 2026

Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2025, kinerja mata uang Asia hingga saat ini menunjukkan pergerakan yang beragam.

Ringgit Malaysia tercatat menguat 0,60% sepanjang 2026, dari 4,056 per dolar AS pada akhir 2025 menjadi 4,032.

Dolar Singapura juga menguat 1,11%, sedangkan won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbesar, yakni 5,21%.

Yuan China menguat 3,98% sepanjang tahun berjalan menjadi 6,721 per dolar AS dari 6,9879 pada akhir 2025.

Baca Juga: Ekspansi Manufaktur Malaysia Melambat, PMI Manufaktur Malaysia Turun ke 50,2

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mencatat pelemahan. Rupiah melemah 5,87% sepanjang 2026 dari 16.670 menjadi 17.710 per dolar AS.

Peso Filipina melemah 5,62%, rupee India turun 5,56%, dan baht Thailand terkoreksi 5,20%.

Yen Jepang juga melemah 1,95% sejak akhir 2025, sementara dolar Taiwan turun 0,56%.