Ringgit Menguat 0,44% Jumat (18/9), Bagaimana Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Asia?



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar mata uang Asia bergerak terbatas terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (18/9/2026).

Ringgit Malaysia dan dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar, sementara won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang melemah.

Mengutip data Reuters pada pukul 02.05 GMT, ringgit Malaysia menguat 0,44% menjadi 4,078 per dolar AS dari posisi sebelumnya 4,096.


Baca Juga: Trump dan Xi Jinping akan Bertemu di Washington, Ini 6 Agenda Utamanya

Dolar Taiwan juga menguat 0,32% ke level 31,780 per dolar AS, dari sebelumnya 31,881.

Baht Thailand naik 0,07% menjadi 33,250 per dolar AS, sedangkan peso Filipina menguat 0,15% ke 62,574. Yuan China juga menguat 0,11% menjadi 6,699 per dolar AS.

Rupiah menguat tipis 0,11% ke level 17.715 per dolar AS dari posisi sebelumnya 17.735. Dolar Singapura nyaris stagnan di 1,275 per dolar AS.

Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,36% menjadi 1.385,30 per dolar AS. Yen Jepang juga turun 0,17% ke 156,220 per dolar AS.

Sementara itu, rupee India bergerak stabil di 95,930 per dolar AS.

Baca Juga: KOSPI Korsel Naik 1,8% Jumat (18/9), Saham Samsung Electronics dan SK Hynix Melonjak

Jika dilihat sepanjang 2026, kinerja mata uang Asia masih beragam. Yuan China menjadi salah satu yang mencatat penguatan terbesar, yakni 4,32% dibandingkan akhir 2025.

Won Korea Selatan menguat 3,99%, sedangkan dolar Singapura naik 0,81% dan yen Jepang menguat 0,28%.

Di sisi lain, rupee India melemah 6,32% sejak akhir 2025. Rupiah Indonesia turun 5,90%, peso Filipina melemah 6,03%, sementara baht Thailand turun 5,41%.

Dolar Taiwan tercatat melemah 1,08% sepanjang tahun, sedangkan ringgit Malaysia turun 0,54%.