JAKARTA. Bisnis pengolahan bahan bakar biodisel menarik minat emiten sektor pertambangan, PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Emiten ini menggandeng PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Komatsu untuk pengembangan pabrik pengolahan biodiesel fuel. Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro, mengungkapkan, proyek kerjasama ini masih dalam tahap uji coba yang berlangsung satu tahun. Proyek biodiesel ini dilakukan untuk menyiasati harga minyak mentah dunia yang cenderung makin mahal. "Kenaikan harga minyak dunia bisa mempengaruhi harga solar," kata dia, kemarin (31/5). Biodiesel fuel akan dihasilkan dari pengolahan biji jarak. Rencananya, bahan bakar nabati ini akan diujicobakan pada kendaran tambang di Kalimantan Selatan. Dalam rentang satu tahun ke depan, proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan 1,2 ton biodiesel per hari, atau setara dengan 8.000 ton setahun. Tahun 2011 ini, baru 100 truk yang akan menggunakan bahan bakar nabati tersebut.
Rintis proyek biodiesel, Adaro gandeng UNTR dan Komatsu
JAKARTA. Bisnis pengolahan bahan bakar biodisel menarik minat emiten sektor pertambangan, PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Emiten ini menggandeng PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Komatsu untuk pengembangan pabrik pengolahan biodiesel fuel. Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro, mengungkapkan, proyek kerjasama ini masih dalam tahap uji coba yang berlangsung satu tahun. Proyek biodiesel ini dilakukan untuk menyiasati harga minyak mentah dunia yang cenderung makin mahal. "Kenaikan harga minyak dunia bisa mempengaruhi harga solar," kata dia, kemarin (31/5). Biodiesel fuel akan dihasilkan dari pengolahan biji jarak. Rencananya, bahan bakar nabati ini akan diujicobakan pada kendaran tambang di Kalimantan Selatan. Dalam rentang satu tahun ke depan, proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan 1,2 ton biodiesel per hari, atau setara dengan 8.000 ton setahun. Tahun 2011 ini, baru 100 truk yang akan menggunakan bahan bakar nabati tersebut.