KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan artificial intelligence (AI) semakin terintegrasi dalam aktivitas kerja profesional di Indonesia. Riset Canva bertajuk *The Presentation Paradox* menemukan, sebanyak 98% profesional Indonesia yang disurvei telah menggunakan AI untuk membantu kebutuhan presentasi. Riset tersebut melibatkan 4.000 profesional di delapan negara, termasuk Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, Jerman, Prancis, Spanyol, Korea Selatan, dan Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 640 responden berasal dari Indonesia. Canva mencatat, penggunaan AI dalam aktivitas presentasi tidak lagi sebatas membuat materi atau desain slide. Teknologi tersebut juga digunakan untuk mengembangkan ide, menyusun materi, mendapatkan masukan hingga membantu pengguna berlatih sebelum menyampaikan presentasi.
Sebanyak 71% responden di Indonesia mengatakan bahwa penggunaan AI membantu menghemat waktu dalam membuat presentasi. "Temuan ‘The Presentation Paradox’ menunjukkan bahwa para profesional di Indonesia tidak perlu memilih antara AI dan keterampilan manusia. Mereka justru menemukan cara baru untuk memanfaatkan AI agar dapat bekerja lebih efisien, sambil terus mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi untuk menyampaikan ide serta membangun koneksi dengan audiens," ujar Stefani Herlie, Country Manager Indonesia Canva, dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (29/9). Menurut Stefani, sebanyak 98% profesional Indonesia sudah menggunakan AI untuk presentasi, tetapi 91% tetap menilai rasa percaya diri dan kemampuan menyampaikan presentasi sebagai hal penting. Dari Riset Canva menunjukkan, AI telah digunakan dalam berbagai tahapan pembuatan presentasi. Sebanyak 78% profesional Indonesia memanfaatkan AI untuk melakukan brainstorming atau mengembangkan ide. Kemudian, 68% menggunakan AI untuk membantu desain dan tata letak, sedangkan 60% menggunakannya untuk menyusun draf atau materi slide.
Baca Juga: Pembangunan Pabrik CA-EDC Milik Chandra Asri Pacific (TPIA) Capai 80% Pemanfaatan AI juga berlanjut pada tahap persiapan sebelum presentasi. Sebanyak 58% responden menggunakan AI untuk menulis atau menyempurnakan catatan pembicara (*speaker notes*), 50% menggunakannya untuk mendapatkan masukan terhadap draf, dan 37% memanfaatkannya untuk berlatih atau melakukan simulasi presentasi. Meski demikian, mayoritas profesional tetap melihat manusia sebagai pihak yang memegang peranan utama ketika presentasi berlangsung. Sebanyak 81% responden percaya AI dapat membantu menyusun dek presentasi, tetapi tidak untuk mempresentasikan atau membawakan narasinya. Kemampuan presentasi juga dinilai semakin penting di tengah perkembangan AI. Sebanyak 65% profesional Indonesia menilai keterampilan presentasi secara langsung menjadi keunggulan kompetitif di era AI. Sementara itu, 74% mengatakan kemampuan menyampaikan presentasi dengan percaya diri menunjukkan potensi kepemimpinan. Meningkatnya penggunaan AI tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan untuk membangun kemampuan manusia. Sebanyak 73% profesional Indonesia mengatakan mereka perlu secara aktif mengembangkan kepercayaan diri sebagai presenter.
Baca Juga: Menyulap Sampah Organik di Rest Area Menjadi Kompos Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 50%. Riset juga menunjukkan, presentasi dapat memengaruhi cara profesional menampilkan dirinya. Sebanyak 53% responden mengatakan menjadi lebih percaya diri ketika melakukan presentasi. Kemudian, 50% merasa menjadi lebih tegas atau berwibawa dan 44% mengubah gaya maupun tempo bicara mereka. Dampaknya bahkan dirasakan terhadap perkembangan karier. Sebanyak 87% profesional Indonesia mengatakan kepercayaan diri ketika melakukan presentasi berkontribusi langsung terhadap perkembangan karier mereka dalam satu tahun terakhir.\ Peran AI dalam presentasi juga mulai bergeser dari sekadar alat pembuat slide menjadi pendamping untuk meningkatkan kemampuan presenter. Canva mencatat, sebanyak 59% responden Indonesia telah menggunakan AI sebagai pelatih presentasi atau setidaknya sesekali memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan materi. Dari jumlah tersebut, 18% profesional menggunakan AI sebagai pelatih presentasi, sedangkan 41% lainnya sesekali memanfaatkan AI untuk mendapatkan bimbingan, masukan, maupun berlatih. Minat terhadap pemanfaatan AI bahkan muncul ketika presentasi sedang berlangsung. Sebanyak 84% responden terbuka terhadap penggunaan bimbingan AI secara real time selama presentasi apabila dapat membantu mereka tampil lebih baik.
Sebanyak 16% profesional Indonesia juga mengaku pernah menggunakan AI secara real time saat menyampaikan presentasi. Selain itu, 35% pernah merekam diri ketika melakukan presentasi dan menggunakan AI untuk mengevaluasi cara mereka menyampaikan materi. Canva menilai bahwa perkembangan tersebut menunjukkan bahwa AI berpotensi memainkan peran yang lebih luas dalam proses presentasi, mulai dari mengembangkan ide, membuat materi, mempersiapkan presenter, hingga memberikan dukungan ketika presentasi berlangsung. Dengan demikian, perkembangan AI tidak hanya diarahkan untuk membuat presentasi lebih cepat, tetapi juga memberi lebih banyak ruang bagi presenter untuk membangun koneksi dengan audiens, menyampaikan gagasan dan menghidupkan materi yang dibawakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News