Risiko Gagal Bayar, Pefindo Pangkas Rating ADHI & Masukkan CreditWatch Negatif



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan likuiditas kembali membayangi PT Adhi Karya Tbk (ADHI). PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat ADHI beserta Obligasi Berkelanjutan (SR Bond) III dan IV menjadi idBB dari sebelumnya berada di level investment grade.

Tak hanya menurunkan peringkat, Pefindo juga menetapkan seluruh peringkat tersebut dalam status CreditWatch dengan implikasi negatif. Status ini mencerminkan adanya risiko lanjutan terhadap kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan, terutama terkait rencana restrukturisasi obligasi yang akan dilakukan.

Periode pemeringkatan terbaru berlaku efektif mulai 30 Juli 2026 hingga 30 Oktober 2026.


Baca Juga: Ditopang Refinancing, Pefindo sebut Penerbitan Obligasi Korporasi Masih Bergairah

Pefindo menyebut penurunan peringkat dipicu oleh rencana Adhi Karya untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Dalam rapat tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang obligasi terkait penundaan atau restrukturisasi pembayaran pokok obligasi yang masih beredar.

Salah satu kewajiban utama yang menjadi perhatian adalah pembayaran pokok obligasi yang dijadwalkan jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.

Menurut Pefindo, kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan likuiditas yang signifikan pada Adhi Karya, yang berpotensi melemahkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian utama antara lain keterlambatan penerimaan kas, tekanan arus kas masuk, serta pembayaran kebutuhan modal kerja yang masih menghadapi hambatan.

Selain itu, fleksibilitas keuangan perseroan dinilai semakin terbatas di tengah kondisi industri konstruksi yang masih penuh tantangan dan volatilitas. Tingkat leverage atau rasio utang yang tinggi juga menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko keuangan ADHI.

Penurunan peringkat ini melanjutkan tren pelemahan rating Adhi Karya dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juni 2026, peringkat perseroan masih berada di level idA- dengan outlook negatif, setelah sebelumnya pada Maret 2026 juga ditempatkan dalam status idA- CreditWatch Negative.

Sebelum tekanan likuiditas muncul, Adhi Karya masih mempertahankan peringkat idA- dengan outlook stabil pada periode Maret 2025, Maret 2024, hingga Agustus 2023.

Baca Juga: Penerbitan Obligasi Korporasi pada Januari – Juli 2026 Anjlok 16,23% YoY

Pefindo menyatakan akan terus memantau perkembangan proses restrukturisasi obligasi serta kondisi likuiditas Adhi Karya. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah pemeringkatan berikutnya, termasuk kemungkinan perubahan status CreditWatch.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News