KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan frekuensi dan dampak bencana alam di Indonesia mendorong kebutuhan akan skema perlindungan risiko yang lebih cepat dan efisien. Salah satu instrumen yang kian relevan adalah asuransi parametrik, yang memungkinkan pencairan klaim lebih cepat dibandingkan asuransi konvensional. Berbeda dengan skema tradisional yang berbasis verifikasi kerugian, asuransi parametrik menggunakan parameter tertentu seperti curah hujan, kecepatan angin, atau magnitudo gempa sebagai dasar pembayaran klaim. Dengan mekanisme ini, pencairan dapat dilakukan segera setelah parameter terpenuhi, sehingga mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Risiko Iklim Meningkat, Industri Asuransi Mengembangkan Skema Parametrik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan frekuensi dan dampak bencana alam di Indonesia mendorong kebutuhan akan skema perlindungan risiko yang lebih cepat dan efisien. Salah satu instrumen yang kian relevan adalah asuransi parametrik, yang memungkinkan pencairan klaim lebih cepat dibandingkan asuransi konvensional. Berbeda dengan skema tradisional yang berbasis verifikasi kerugian, asuransi parametrik menggunakan parameter tertentu seperti curah hujan, kecepatan angin, atau magnitudo gempa sebagai dasar pembayaran klaim. Dengan mekanisme ini, pencairan dapat dilakukan segera setelah parameter terpenuhi, sehingga mempercepat proses pemulihan pascabencana.