KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko keamanan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) semakin memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia. Ketegangan geopolitik, potensi gangguan pasokan, hingga isu keamanan siber kini dinilai berperan besar dalam membentuk persepsi pelaku pasar global, bahkan sebelum terjadi gangguan produksi secara fisik. Founder PT Nusantara Trading Center (NTC) Gibran Ferdiansyah mengatakan, dalam konteks pasar energi global, isu keamanan hulu migas perlu dipahami sebagai faktor risiko yang memengaruhi ekspektasi dan sentimen pasar. Menurut dia, isu tersebut tidak lagi sekadar persoalan teknis operasional di lapangan. PT NTC yang menaungi Akademi Trading Oil merupakan ekosistem edukasi yang berfokus pada pemahaman minyak mentah global yang diperdagangkan di pasar futures internasional.
Risiko Keamanan Migas Membentuk Persepsi Pasar Minyak Global
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko keamanan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) semakin memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia. Ketegangan geopolitik, potensi gangguan pasokan, hingga isu keamanan siber kini dinilai berperan besar dalam membentuk persepsi pelaku pasar global, bahkan sebelum terjadi gangguan produksi secara fisik. Founder PT Nusantara Trading Center (NTC) Gibran Ferdiansyah mengatakan, dalam konteks pasar energi global, isu keamanan hulu migas perlu dipahami sebagai faktor risiko yang memengaruhi ekspektasi dan sentimen pasar. Menurut dia, isu tersebut tidak lagi sekadar persoalan teknis operasional di lapangan. PT NTC yang menaungi Akademi Trading Oil merupakan ekosistem edukasi yang berfokus pada pemahaman minyak mentah global yang diperdagangkan di pasar futures internasional.