KONTAN.CO.ID - DW. Riset obat anti malaria klasik Chloroquine dan obat jenis baru yang serupa, hydroxychloroquine untuk pengobatan pasien Covid-19, belakangan ini kembali digenjot setelah presiden AS, Donald Trump memuji khasiatnya dan memesan jutaan dosis dari India. Namun para peneliti di Brasil menyatakan, mereka menghentikan sebagian riset obat anti malaria itu. Penyebabnya, pada 25% pasien virus corona yang diberi obat Chloroquine dosis tinggi, terlihat efek samping berupa masalah detak jantung. Potensi efek samping serius Chloroquine atau obat anti malaria jenis baru hydroxychloroquine sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Obat ini antara lain bisa memicu masalah detak jantung yang bisa berakibat kematian mendadak.
Risiko Kematian Naik, Brasil Hentikan Riset Chloroquine untuk Obati Covid-19
KONTAN.CO.ID - DW. Riset obat anti malaria klasik Chloroquine dan obat jenis baru yang serupa, hydroxychloroquine untuk pengobatan pasien Covid-19, belakangan ini kembali digenjot setelah presiden AS, Donald Trump memuji khasiatnya dan memesan jutaan dosis dari India. Namun para peneliti di Brasil menyatakan, mereka menghentikan sebagian riset obat anti malaria itu. Penyebabnya, pada 25% pasien virus corona yang diberi obat Chloroquine dosis tinggi, terlihat efek samping berupa masalah detak jantung. Potensi efek samping serius Chloroquine atau obat anti malaria jenis baru hydroxychloroquine sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Obat ini antara lain bisa memicu masalah detak jantung yang bisa berakibat kematian mendadak.