KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti meningkatnya risiko kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini mulai menekan laju pertumbuhan pembiayaan perbankan ke sektor tersebut. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Dhaha P. Kuantan mengatakan, perlambatan pertumbuhan kredit UMKM tidak terlepas dari meningkatnya risiko NPL yang kini berada di level 4,62% per April 2026, atau semakin mendekati ambang batas aman 5%. “Jadi karena risiko NPL-nya meningkat, bank menjadi lebih selektif dalam menyalurkan kredit ke UMKM,” ujar Dhaha di Makassar, Jumat (22/5/2026).
Risiko Kredit Macet UMKM Tembus 4,62%, BI Soroti Perlambatan Pembiayaan
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti meningkatnya risiko kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini mulai menekan laju pertumbuhan pembiayaan perbankan ke sektor tersebut. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Dhaha P. Kuantan mengatakan, perlambatan pertumbuhan kredit UMKM tidak terlepas dari meningkatnya risiko NPL yang kini berada di level 4,62% per April 2026, atau semakin mendekati ambang batas aman 5%. “Jadi karena risiko NPL-nya meningkat, bank menjadi lebih selektif dalam menyalurkan kredit ke UMKM,” ujar Dhaha di Makassar, Jumat (22/5/2026).