JAKARTA. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengaku waspada akan adanya potensi penurunan kinerja ekspor. Ia bilang, pihak perbankan harus teliti dalam mencermati neraca perdagangan yang tidak stabil. "Itu yang mesti diwaspadai, karena trade balance belakangan ini makin negatif terus. Jangan sampai import naik tinggi, sementara ekspor malah turun terus. Itu bahaya buat ke depan," ungkap Jahja saat dijumpai di Jakarta, Rabu (8/8) malam. Nah, dengan neraca perdagangan yang negatif tersebut bisa menggerus cadangan devisa negara. Sebaiknya, kenaikan kinerja ekspor akan berdampak pada naiknya ketersediaan dollar di dalam negeri.
Risiko tinggi, BCA ogah salurkan kredit valas
JAKARTA. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengaku waspada akan adanya potensi penurunan kinerja ekspor. Ia bilang, pihak perbankan harus teliti dalam mencermati neraca perdagangan yang tidak stabil. "Itu yang mesti diwaspadai, karena trade balance belakangan ini makin negatif terus. Jangan sampai import naik tinggi, sementara ekspor malah turun terus. Itu bahaya buat ke depan," ungkap Jahja saat dijumpai di Jakarta, Rabu (8/8) malam. Nah, dengan neraca perdagangan yang negatif tersebut bisa menggerus cadangan devisa negara. Sebaiknya, kenaikan kinerja ekspor akan berdampak pada naiknya ketersediaan dollar di dalam negeri.