JAKARTA. Kondisi perekonomian Indonesia yang tengah lesu membuat bisnis ritel pilu. Untuk menyiasati kondisi pasar ini, peritel PT Modern Internasional Tbk akan merevisi target bisnisnya. Tak semata-mata karena daya beli turun, pemegang merek 7-Eleven ini ingin menurunkan target karena tak boleh lagi menjual minuman beralkohol. Tina Novita, Investor Relation Manager PT Modern Internasional bilang, rencana penurunan target bisnis tahun ini mereka lakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar yang lesu. "Saat ini kami dalam proses merevisi target; masih dalam pembicaraan tim manajemen," kata Tina kepada KONTAN, Jumat (25/9). Perlu diketahui, sampai paruh pertama tahun ini, Modern Internasional membukukan penurunan penjualan 11,39% menjadi Rp 622,53 miliar. Adapun pada periode yang sama tahun 2014 lalu, penjualan Modern Internasional tercatat Rp 702,75 miliar.
Ritel sepi, Modern berniat memangkas target bisnis
JAKARTA. Kondisi perekonomian Indonesia yang tengah lesu membuat bisnis ritel pilu. Untuk menyiasati kondisi pasar ini, peritel PT Modern Internasional Tbk akan merevisi target bisnisnya. Tak semata-mata karena daya beli turun, pemegang merek 7-Eleven ini ingin menurunkan target karena tak boleh lagi menjual minuman beralkohol. Tina Novita, Investor Relation Manager PT Modern Internasional bilang, rencana penurunan target bisnis tahun ini mereka lakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar yang lesu. "Saat ini kami dalam proses merevisi target; masih dalam pembicaraan tim manajemen," kata Tina kepada KONTAN, Jumat (25/9). Perlu diketahui, sampai paruh pertama tahun ini, Modern Internasional membukukan penurunan penjualan 11,39% menjadi Rp 622,53 miliar. Adapun pada periode yang sama tahun 2014 lalu, penjualan Modern Internasional tercatat Rp 702,75 miliar.