Riuh tagihan pelanggan melonjak, PLN sebut kenaikan hanya 1,8%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengungkapkan kenaikan tagihan listrik pelanggan hanya sekitar 1,8% untuk pelanggan pasca bayar yang totalnya mencapai 34,5 juta pelanggan.

Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo mengungkapkan sebelum dan sesudah masa pandemi untuk periode catat meter rata-rata dari Januari hingga Maret hanya terjadi kenaikan tipis untuk besaran tagihan.

Baca Juga: Terkait lonjakan tagihan listrik, ini solusi jika terbukti ada kelebihan bayar


"Ada yang turun juga tagihannya mungkin karena hemat. Kenaikan tagihan di masa pandemi hanya naik 1,8% untuk 34,5 juta pelanggan," jelas Yuddy dalam diskusi virtual, Senin (8/6).

Di sisi lain, Yuddy mengungkapkan lonjakan tagihan listrik di atas 20% terjadi pada 4,3 juta pelanggan pasca bayar untuk rekening tagihan listrik Juni 2020.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Management Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan selama pada Maret tahun ini secara rata-rata terjadi penurunan konsumsi sektor industri hingga 25%.

Baca Juga: Tagihan listrik 4,3 juta pelanggan pascabayar PLN melonjak lebih dari 20%

"Di beberapa sektor sampai 60%, sektor bisnis misalnya. Ada juga yang 40%," kata Bob dalam Konferensi Pers Virtual, belum lama ini.

Ia menambahkan, untuk sektor pelanggan rumah tangga terjadi kenaikan konsumsi listrik sebesar 13% hingga 17%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News