KONTAN.CO.ID - Lebih dari separuh bank terbesar di Amerika Serikat (AS) telah menawarkan atau berencana menyediakan layanan terkait Bitcoin, seiring meningkatnya penerimaan industri perbankan terhadap aset kripto. Hal ini diungkapkan oleh perusahaan layanan keuangan Bitcoin, River. Melansir
Cointelegraph melalui unggahan di platform X pada Senin (27/1/2026), River menyebutkan bahwa 60% dari 25 bank terbesar yang beroperasi di AS telah terlibat dalam layanan Bitcoin, baik dalam bentuk perdagangan (trading), kustodian, maupun produk terkait lainnya.
Perubahan sikap ini juga diamini oleh CEO bursa kripto Coinbase, Brian Armstrong.
Baca Juga: Prospek Kalbe Farma (KLBF) Masih Cerah, Ini Proyeksi dan Target Harganya Ia mengatakan bahwa para eksekutif perbankan yang ditemuinya dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari lalu, menunjukkan pandangan yang semakin positif terhadap kripto. “Sebagian besar CEO bank yang saya temui justru sangat pro-kripto dan melihatnya sebagai peluang. Bahkan, salah satu CEO bank global 10 besar menyebut kripto sebagai prioritas nomor satu dan isu yang bersifat eksistensial bagi bisnis mereka,” ujar Armstrong. Sikap ini menandai perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu, ketika sejumlah bank di AS dituding bersikap anti-kripto dan dikaitkan dengan praktik pembatasan akses perbankan bagi perusahaan aset digital, yang dikenal sebagai Operation Chokepoint 2.0.
Tiga dari Empat Bank Terbesar Sudah Terlibat Dalam daftar River, tiga dari empat bank terbesar di AS tercatat telah memiliki keterlibatan dalam layanan Bitcoin. Tambahan terbaru adalah UBS, bank asal Swiss yang juga beroperasi di AS. Menurut laporan Bloomberg, UBS tengah menjajaki penyediaan layanan perdagangan Bitcoin dan Ether bagi nasabah kaya (
high-net-worth individuals).
Baca Juga: Rupiah Menguat 0,08% ke Rp 16.768 per Dolar AS pada Selasa (27/1), Ada Intervensi BI? Namun, tidak semua bank raksasa telah mengambil langkah serupa. Bank of America, anggota lain dari kelompok “Big Four” dan bank terbesar kedua di AS dengan aset lebih dari US$2,67 triliun, hingga kini belum mengumumkan rencana layanan Bitcoin. Selain itu, dua bank besar lainnya, Capital One dengan aset sekitar US$694 miliar dan Truist Bank dengan aset US$536 miliar, juga masih berada di luar ekosistem layanan Bitcoin, menurut data River.
Meski demikian, tren ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin mendekati arus utama sistem keuangan, seiring bank-bank besar mulai menempatkan aset digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News