KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (
UNTR) mendapat tambahan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara menjadi 12,4 juta ton pada Agustus 2026. Ini akan menjadi peluang bagi UNTR untuk menggenjot kinerja di paruh kedua 2026. Tambahan RKAB tersebut menjadi angin segar bagi UNTR setelah alokasi awal 2026 membatasi aktivitas produksi batu bara dan turut menekan kinerja sejumlah lini bisnis perusahaan. Direktur Keuangan United Tractors Vilihati Surya menjelaskan pada semester pertama 2026, kuota RKAB yang dimiliki UNTR baru sekitar 7,4 juta ton. Namun, alokasi tersebut kemudian meningkat menjadi 12,4 juta ton.
“Kabar baiknya pada Agustus ini, kami sudah mendapatkan kenaikan RKAB ke 12,4 juta ton. Namun memang ada lagi tantangannya, makanya kita harus banyak berdoa,” jelas acara Astra Media Day, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Penjualan Alat Berat dan Batubara United Tractors (UNTR) Terkoreksi per Februari 2026 Vilihati menyebut tambahan kuota tersebut akan dimanfaatkan UNTR untuk mengoptimalkan produksi dan penjualan batubara pada paruh kedua tahun ini. Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan operasional berikutnya. Dia bilang kondisi El Nino dan musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah dapat memengaruhi aktivitas produksi. Oleh karena itu, Vilihati bilang UNTR perlu menyesuaikan waktu produksi dan penjualan batubara. “Jadi kami produksi dan nanti kami jualannya mungkin di November–Desember 2026 dan kami maksimalkan. sebagian kami simpan dulu dalam inventaris,” kata Vilihati. Pada periode Januari–Agustus 2026, penjualan batubara termal dan metalurgi UNTR melalui PT Tuah Turangga Agung mencapai 8,37 juta ton. Realisasi ini melorot 19,44% secara tahunan (YoY) dari posisi Agustus 2025 yang mencapai 10,39 juta ton.
Kinerja operasional sektor bisnis mineral non-batubara UNTR juga mengalami penurunan. Per Agustus 2026, penjualan emas dari Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya melorot 73,91% YoY menjadi 42.000 ounces.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun pada Semester I-2026 Kemudian penjualan bijih nikel lewat Stargate per Agustus 2026 mencapai 1,05 juta wet metric ton, yang terdiri dari 711.000 limonite dan 348.000 saprolite. Di periode yang sama pada 2025, penjualan bijih nikel UNTR mencapai 1,43 juta wet metric ton. Tekanan RKAB juga merembet ke bisnis kontraktor pertambangan dan alat berat UNTR. Produksi batubara untuk pelanggan UNTR melalui PT Pamapersada Nusantara ikut turun 2,91% YoY menjadi 93,4 juta ton. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News