KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keputusan pemerintah untuk melakukan pemangkasan produksi melalui pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel tahun ini di angka 260-270 juta ton, berdampak pada menurunnya kinerja sejumlah smelter atau pabrik pemurnian nikel di dalam negeri. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) membeberkan terdapat tiga smelter yang mengalami penurunan produksi akibat pemangkasan ini adalah PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan; PT Wanxiang Nickel Indonesia di Morowali, Sulawesi tengah; dan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali. “3 smelter sudah kami konfirmasi (kolaps). Huadi shutdown total, Wanxiang tinggal 2 line, Gunbuster shutdown 5 line dari 20 line,” kata Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey saat ditemui di sela diskusi RKAB yang dilaksanakan oleh APINDO di Jakarta, Senin (2/3/2026).
RKAB Nikel Dipangkas, 3 Pabrik Pemurnian Ini Kolaps
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keputusan pemerintah untuk melakukan pemangkasan produksi melalui pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel tahun ini di angka 260-270 juta ton, berdampak pada menurunnya kinerja sejumlah smelter atau pabrik pemurnian nikel di dalam negeri. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) membeberkan terdapat tiga smelter yang mengalami penurunan produksi akibat pemangkasan ini adalah PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan; PT Wanxiang Nickel Indonesia di Morowali, Sulawesi tengah; dan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali. “3 smelter sudah kami konfirmasi (kolaps). Huadi shutdown total, Wanxiang tinggal 2 line, Gunbuster shutdown 5 line dari 20 line,” kata Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey saat ditemui di sela diskusi RKAB yang dilaksanakan oleh APINDO di Jakarta, Senin (2/3/2026).
TAG: