KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bersama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) terus mematangkan skenario uji coba sistem pembayaran tol nirhenti dan nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF), sebagai langkah penting untuk memastikan kesiapan teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas di jaringan jalan tol nasional. Proses pengujian menjadi fase krusial setelah proyek modernisasi transaksi tol yang telah digagas sejak 2018 itu memasuki tahap evaluasi kelayakan. Pemerintah saat ini masih mengkaji berbagai aspek teknis, operasional, dan kesesuaian sistem dengan kondisi jalan tol di Indonesia.
Direktur PT Roatex Indonesia Toll System, Renaldi Utomo, mengatakan RITS mendukung penuh langkah pemerintah dalam menyusun berbagai skenario pengujian.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Uji Coba MLFF End-to-End, Dikebut Tahun Ini Menurutnya, pembahasan tidak hanya mencakup kondisi ideal, tetapi juga berbagai potensi kendala yang mungkin muncul saat sistem diterapkan di lapangan. "Kami menunggu arahan pemerintah," kata Renaldi dalam siaran pers, Jumat (19/6/2026). Ia menjelaskan koordinasi antara pemerintah dan investor berjalan baik. Sebagai investor sekaligus mitra pemerintah dalam proyek MLFF, RITS berkepentingan agar implementasi berjalan sesuai rencana. Di sisi lain, perusahaan melihat pemerintah berupaya memastikan penerapan dilakukan secara hati-hati melalui pengujian yang memadai. Meski demikian, lokasi dan jadwal pelaksanaan uji coba hingga kini belum ditetapkan. Bali yang sejak awal diproyeksikan sebagai lokasi percontohan masih menjadi salah satu opsi, meskipun pemerintah juga membuka kemungkinan pengujian dilakukan di ruas tol lain. Renaldi menegaskan kontrak kerja sama yang dimiliki RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada konsep MLFF. Namun, pada masa transisi, penggunaan gerbang tol fisik dengan palang masih dimungkinkan sebelum sistem berjalan penuh sesuai desain akhir. "Dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier," ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Lanjutkan Uji Coba MLFF, Pembayaran Tol Tanpa Sentuh Segera Berlaku Kajian ulang dan penyusunan skenario pengujian menjadi tahapan penting sebelum pemerintah mengambil keputusan mengenai kelanjutan implementasi MLFF. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi, mengurangi antrean kendaraan, serta mempercepat digitalisasi layanan jalan tol. MLFF dirancang menggantikan sistem pembayaran berbasis kartu elektronik dengan teknologi yang memungkinkan kendaraan tetap melaju tanpa harus berhenti atau memperlambat laju secara signifikan saat memasuki jalan tol. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum Ni Komang Rasminiati mengatakan pemerintah masih melakukan pendetailan teknis untuk memastikan sistem dapat beroperasi secara andal di ekosistem jalan tol nasional. "Tahap ini kita lagi melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba terhadap sistem ini," kata Komang. Selain aspek teknologi, pemerintah juga menelaah kesiapan regulasi dan operasional agar implementasi MLFF tidak menimbulkan gangguan terhadap layanan jalan tol yang sudah berjalan.
Baca Juga: Jalan Tol RI: Bisa Jadi Landasan Jet Tempur, Ini Tujuannya! Sementara itu, Pengamat Transportasi sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada Danang Parikesit menilai penerapan teknologi baru di jalan tol tidak dapat dilepaskan dari kemampuan badan usaha jalan tol dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). Menurut Danang, terdapat sejumlah faktor eksternal yang memengaruhi pencapaian standar pelayanan, salah satunya keberadaan kendaraan
over dimension over load (ODOL) yang dapat mempercepat kerusakan jalan dan memengaruhi kualitas layanan. "SPM harus dipenuhi apabila kapasitas badan usaha jalan tol memungkinkan mereka mengelola variabel-variabel yang memengaruhi pemenuhannya," ujar Danang.
Ia menambahkan, penerapan MLFF akan berdampak pada berbagai aspek operasional jalan tol, mulai dari proses transaksi di gerbang hingga pengelolaan layanan pendukung seperti kawasan istirahat. Karena itu, pengujian yang komprehensif menjadi syarat penting agar perubahan sistem pembayaran tidak memunculkan persoalan baru di lapangan. Dengan masih berlangsungnya kajian dan penyusunan skenario pengujian, masa depan implementasi MLFF kini sangat bergantung pada hasil uji coba yang akan menentukan apakah sistem tersebut siap diterapkan pada ekosistem jalan tol Indonesia secara lebih luas. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News