KONTAN.CO.ID - Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad yang best-seller, sekali lagi menegaskan perbedaan tajam antara "pemikir lama" dan "pemikir baru." Dia bersikeras bahwa jalan menuju kebebasan finansial kini ada pada aset seperti Bitcoin dan Ethereum, bukan lagi menabung konvensional atau rencana pensiun tradisional. Bukunya memang sukses besar, sudah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia.
Mengutip
Bitcoin.com, melalui platform media sosial X (dulu Twitter), Kiyosaki membagikan serangkaian unggahan minggu ini yang mendesak para pengikutnya untuk melepaskan diri dari pola pikir keuangan yang sudah usang. Penulis terkenal itu menjelaskan pada 25 Oktober bahwa jurang pemisah antara si kaya dan si miskin telah melebar menjadi apa yang ia sebut "Grand Canyon." Miliaran orang saat ini berjuang keras untuk menyambung hidup, mengejar inflasi, dan mempertahankan pekerjaan. Menurut Kiyosaki, "pemikir lama" mencoba mengatasi tantangan finansial dengan kembali ke bangku sekolah, bekerja lebih keras, menabung yang ia sebut "uang palsu", dan berinvestasi di rencana pensiun.
Baca Juga: Heboh, SpaceX Milik Elon Musk Pindahkan Bitcoin Senilai Lebih dari Rp 2,2 Triliun Sebaliknya, "pemikir baru" memulai bisnis mereka sendiri dan "menabung emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum yang nyata." Ia lalu menekankan potensi aset digital, dengan menulis: "Orang yang mengakuisisi Ethereum hari ini di harga $ 4.000 akan menjadi seperti orang kaya yang berinvestasi di Bitcoin saat harganya masih $ 4.000." Kiyosaki juga menjelaskan strategi pribadinya untuk mengakumulasi BTC, yang dia unggah pada 22 Oktober 2025: "Mengapa saya membeli Bitcoin. Bitcoin adalah uang langka yang pertama dan benar-benar nyata… hanya 21 juta koin yang akan ditambang… Aksi beli akan semakin cepat. FOMO
(Fear of Missing Out) itu nyata. Tolong jangan terlambat. Hati-hati." Penulis ternama ini memang sudah lama memperingatkan bahwa pasokan BTC yang terbatas menjadikan cryptocurrency ini sebagai pelindung yang kuat terhadap inflasi dan keruntuhan mata uang fiat (seperti dolar AS).
Tonton: Donald Trump Salah Satu Pemilik Bitcoin Terbanyak di Dunia, Berapa Nilainya? Dalam unggahan lain di hari yang sama, ia menepis “clickbait” keuangan yang bertujuan menakut-nakuti pembaca tentang crash cryptocurrency, dengan menegaskan:
"Hari ini, Bitcoin dan Ethereum adalah uang sungguhan." Sikap Kiyosaki tetap teguh: ia memperingatkan bahwa dolar AS dan mata uang fiat lainnya kehilangan daya beli seiring dengan meningkatnya utang negara. Dia bilang, mereka yang menganut pemikiran baru, dengan berinvestasi di Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak, akan menjadi pihak yang makmur di masa depan ekonomi yang akan datang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News