Robert Kiyosaki Tepis Tuduhan Bohong soal Pembelian Bitcoin



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, menanggapi tuduhan yang menyebutkan bahwa ia menyesatkan publik mengenai riwayat pembelian Bitcoin (BTC)-nya.

Menurut edukator finansial ini, kritik terhadapnya terlalu fokus pada tanggal pembelian, bukan pada nilai jangka panjang aset, yang telah lama ia anjurkan dibandingkan aset tradisional. Hal ini ia sampaikan melalui unggahan di platform X pada 8 Februari 2026.

Kontroversi bermula dari klaim Kiyosaki pada 6 Februari, bahwa ia berhenti membeli Bitcoin saat harga berada di level US$6.000 – harga yang terakhir tercatat beberapa tahun lalu. Klaim ini memicu tudingan inkonsistensi dalam pernyataannya ke publik.


Kiyosaki menegaskan bahwa angka tersebut merujuk pada ambang harga, bukan tanggal pembelian, dan mempertanyakan mengapa kritik seakan terlalu menekankan waktu ketimbang hasil.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus US$27.000

“Untuk orang yang mengatakan saya berbohong karena membeli Bitcoin di $6.000…. Saya tahu harga ambang saya, bukan tanggal yang dia tuduhkan secara salah. Mengapa dia peduli tanggal saya membelinya? Apakah dia memiliki agenda pribadi untuk menyebut saya pembohong?” ujar Kiyosaki.

Tanggapan ini muncul karena klaimnya dianggap bertentangan dengan komentar sebelumnya. Pada Januari 2026, Kiyosaki mendorong investor untuk terus membeli Bitcoin, emas, perak, dan Ethereum meski harga fluktuatif, ketika Bitcoin berada di sekitar US$90.000.

Dorongan Kiyosaki untuk Membeli Bitcoin

Pendekatan ini sejalan dengan beberapa pernyataan yang ia buat sepanjang 2025, yang menunjukkan bahwa ia masih mengakumulasi Bitcoin pada level jauh lebih tinggi, termasuk di atas US$100.000, berdasarkan laporan sebelumnya dan unggahan media sosial.

Perbedaan ini memicu kritik dari pengguna X dan catatan komunitas di unggahannya, dengan argumen bahwa Kiyosaki seakan menyesatkan publik tentang penghentian pembelian Bitcoin beberapa tahun lalu atau melebih-lebihkan pembelian yang berlangsung sambil mempromosikan aset ini sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan mata uang fiat.

Menanggapi hal tersebut, Kiyosaki menekankan bahwa tanggal pembelian kurang relevan, dan fokus utamanya adalah jumlah serta kualitas aset yang dikumpulkan.

Ia menambahkan bahwa ia akan membeli lebih banyak Bitcoin jika harga kembali ke US$6.000, tanpa memandang waktu, serta menyiapkan diri untuk meningkatkan kepemilikan emas.

Baca Juga: Saat Pasar Terancam Runtuh, Robert Kiyosaki Justru Bilang Ini Waktu Terbaik Jadi Kaya

Dalam pandangannya, perbedaan ini lebih merupakan perbedaan filosofi investasi. Kiyosaki menegaskan, kekayaan jangka panjang dibangun melalui akumulasi aset di Bitcoin, logam mulia, properti, dan investasi energi, bukan melalui perdebatan soal tanggal pembelian.

Kiyosaki Tetap Dukung Aset Alternatif

Secara keseluruhan, Kiyosaki tetap menjadi advokat Bitcoin, emas, dan perak sebagai “uang nyata” yang menjadi lindung nilai terhadap risiko mata uang fiat dan ketidakstabilan ekonomi. Meskipun terjadi penurunan harga baru-baru ini, ia melihatnya sebagai peluang membeli.

Kiyosaki bahkan mempertahankan target harga agresif untuk 2026, memprediksi Bitcoin mencapai US$250.000, emas US$27.000 per ons, dan perak US$200 per ons, dengan alasan ekspansi utang AS, depresiasi mata uang, dan pergeseran kekayaan besar menuju aset nyata.

Namun, para kritikus menyoroti sejarah peringatan jatuhnya pasar yang berulang dari Kiyosaki, termasuk prediksi kehancuran pasar besar pada 2025 dan ramalan sebelumnya pada 2021 yang tidak terjadi sesuai perkiraan. Beberapa aset yang ia dukung justru kemudian berkinerja di bawah pasar secara keseluruhan.

Selanjutnya: Prediksi Bitcoin Februari 2026: Stabil di US$75.000, Pulih Setelah Penurunan Tajam

Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui