Robert Mueller Meninggal Dunia, Eks Bos FBI yang Bongkar Skandal Trump-Rusia



KONTAN.CO.ID - Robert Mueller, mantan Direktur FBI yang memimpin penyelidikan terkait intervensi Rusia dalam Pemilu AS 2016, dikabarkan meninggal dunia pada usia 81 tahun.

Kabar ini dikonfirmasi oleh WilmerHale, firma hukum tempat Mueller berkarier hingga pensiun pada 2021, pada hari Sabtu (21/3) waktu setempat.

Meski penyebab kematiannya tidak disebutkan secara rinci, laporan tahun lalu mengindikasikan bahwa Mueller mengidap penyakit Parkinson. 


Mueller memimpin FBI dalam masa-masa sulit pasca-serangan 11 September 2001. Keberaniannya membongkar skandal pemilu Donald Trump menjadi peninggalan penting dalam kariernya.

Baca Juga: Profil Ali Larijani, Tokoh Bayangan Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Transformasi FBI dan Jejak Karier Militer

Lahir di keluarga berkecukupan di New York, Mueller adalah lulusan Princeton University yang memiliki latar belakang militer kuat.

Melansir Reuters, ia bertugas sebagai perwira Korps Marinir AS di Perang Vietnam dan menerima penghargaan Bronze Star serta Purple Heart.

Kariernya di FBI dimulai tepat seminggu sebelum serangan 11 September 2001. Mueller berjasa mengubah FBI menjadi lembaga yang lebih fokus pada keamanan nasional dan kontra-terorisme.

Salah satu momen krusialnya adalah ketika ia mengancam akan mengundurkan diri pada 2004 demi menentang program penyadapan domestik yang dianggap tidak konstitusional oleh Departemen Kehakiman.

Baca Juga: Siapa Peter Thiel? Miliarder Pendukung Trump yang Bikin Vatikan Gelisah

Investigasi Rusia dan Kontroversi Donald Trump

Setelah pensiun sebagai Direktur FBI pada 2013, Mueller dipanggil kembali ke panggung publik pada 2017 sebagai Jaksa Khusus (Special Counsel).

Ia ditunjuk untuk mengambil alih penyelidikan campur tangan Rusia setelah Donald Trump memecat James Comey.

Selama 22 bulan, Mueller memimpin penyelidikan yang menghasilkan dakwaan terhadap 34 orang, termasuk sejumlah rekan dekat Trump dan perwira intelijen Rusia.

Namun, Mueller memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan pidana terhadap Trump sebagai presiden yang sedang menjabat.

Dalam kesaksiannya di tahun 2019, Mueller menegaskan bahwa pemerintah Rusia memang melakukan intervensi pemilu secara sistematis.

"Pertama, investigasi kami menemukan bahwa pemerintah Rusia melakukan intervensi dalam pemilu kami secara luas dan sistematis," ujar Mueller.

Meski tidak menemukan bukti konspirasi antara tim kampanye Trump dengan Rusia, Mueller secara eksplisit menyatakan bahwa Trump tidak dibebaskan (exonerated) dari dugaan tindakan pidana.

Baca Juga: Denda Rp40 T Mengancam Karir Crispin Odey, Investor Legendaris Inggris

Reaksi Keras Donald Trump: "Saya Senang Dia Mati"

Donald Trump memberikan komentar tajam menanggapi kabar duka ini melalui platform Truth Social. Presiden AS ini mengaku senang mendengar kabar tersebut.

"Bagus, saya senang dia sudah mati. Dia tidak bisa lagi menyakiti orang-orang yang tidak bersalah!," tulis Trump.

Trump sebelumnya juga berulang kali menyebut investigasi tersebut sebagai sebuah kebohongan besar. Namun, Mueller memberikan pembelaan tegas dalam sidang Kongres.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Reaksi Keras Trump dan Israel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News