Rogoh capex US$ 27,2 juta, Mitrabahtera Segara bidik pertumbuhan 30% di tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk menandatangani perjanjian pengangkutan batubara dengan PT Muji Line pada tanggal 17 Januari 2018 lalu. Adapun, jangka waktu perjanjian tersebut selama 5 tahun dengan nilai kontrak berkisar US$ 78 juta.

Hingga akhir tahun nanti, perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan mencapai 30%. Melalui kerja sama tersebut, Mitrabahtera akan memberikan jasa kepada Muji Line antara lain jasa tug and barge, penyediaan awal kapal, dan jasa terkait lainnya Lucas Djunaidi, Wakil Direktur Utama PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk mengatakan, pihaknya mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 27,2 juta pada tahun ini yang akan digunakan untuk penambahan armada maupun pemeliharaan armada.

Dana tersebut nantinya diperoleh dari kombinasi antara internal cash flow maupun pembiayaan dari bank. Lebih lanjut dia bilang, dalam membidik kontrak dengan perusahaan tambang baru bara, pihaknya bakal memprioritaskan kontrak - kontrak jangka panjang untuk menjaga efisiensi.


"Sebagai bagian dari tingkat kehati-hatian risiko investasi kami, rencana penambahan kapal harus didukung dengan kontrak jangka panjang," ujar Lucas saat dihubungi KONTAN.co.id, Senin (22/1). Dia menilai, industri batu bara pada tahun ini kembali bergairah, sehingga hal itu akan berimbas positif terhadap kinerja perseroan. Lucas optimistis, sampai akhir tahun nanti pihaknya bisa mencetak pertumbuhan pendapatan hingga 30%.

Apalagi, hal itu juga didukung oleh kinerja perusahaan batu bara yang mulai meningkatkan produksi seiring harga batu bara yang mulai membaik. Dia menjelaskan, saat harga batu bara sedang dalam tren positif pada waktu 5 tahun yang lalu, pihaknya bisa mengantongi sekitar 90% hingga 95% kontrak jangka panjang.

Sementara 5% sampai 10% berasal dari spot. Namun saat kondisi batu bara tengah lesu, kontrak yang didapat antara jangka panjang dan jangka pendek memiliki porsi yang sama, yakni 50%. "Sekarang dengan adanya peningkatan batu bara yang positif, kita berharap bisa kembali ke posisi lima tahun yang lalu. Jadi target kita 70% untuk kontrak jangka panjang, sisanya spot," ungkapnya. Selain meneken perjanjian kerja sama dengan Muji Line, lanjut Lucas, pihaknya belum bisa menyebut kontrak mana yang saat ini sedang diincar. "Pada saatnya nanti kalau sudah ada yang kita menangkan, pasti kita update," ujarnya. Sebagai gambaran, hingga saat ini perusahaan memiliki 69 pasang tug boat dan barges serta 6 floating crane. Mengutip keterbukaan informasi, ukuran barges perseroan berkisar 250 footers (ft) hingga 365 ft, sementara tug boat memiliki kapasitas mesin antara 1.200 Horsepower (HP) sampai dengan 2.800 HP.

Adapun, MBSS memiliki floating crane dengan kapasitas 18.000 tons per day (tpd) hingga 30.000 tpd yang menggunakan single crane dan double cranes serta floating loading facility dengan kapasitas 50.000 tpd. Mengutip laporan keuangan perusahaan, sepanjang tahun 2017 hingga kuartal III, Mitrabahtera Segara berhasil membukukan pendapatan senilai US$ 50,9 juta atau tumbuh sekitar 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka US$ 50 juta. Adapun, dari total pendapatan tersebut, kapal tunda dan tongkang (tug and barge) masih berkontribusi cukup besar terhadap total pendapatan perusahaan yakni mencapai US$ 36,84 juta, disusul oleh floating crane sebesar US$ 14,1 juta, sementara sisanya disumbang dari jasa konsultasi yang berkontribusi sebesar US$ 2,5 juta. Mitrabahtera Segara memiliki beberapa pelanggan, seperti PT Cotrans Asia, PT Kideco Jaya Agung, PT Multi Tambangjaya Utama, dan PT Petrosea Tbk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dessy Rosalina