Rogoh dana Rp 69,19 miliar, begini strategi eksplorasi mineral Aneka Tambang (ANTM)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyatakan bakal tetap gencar melakukan aktivitas eksplorasi tambang pada komoditas mineral andalannya. Untuk menggelar eksplorasi, ANTM pun merogoh dana hingga puluhan miliar.

Senior Vice President Corporate Secretary ANTM Kunto Hendrapawoko menyampaikan bahwa sampai dengan 31 Desember 2020 lalu, realisasi biaya eksplorasi unaudited ANTM tercatat sebesar Rp 69,19 miliar. 

Meski belum membuka anggaran eksplorasi untuk tahun ini, tapi Kunto menyatakan bahwa pada prinsipnya ANTM bakal memperkuat portofolio bisnis melalui pengoptimalan potensi dan sumber daya yang dimiliki.


Emiten mineral plat merah itu pun sedang menjajaki beberapa peluang bisnis dari hulu ke hilir di komoditas nikel, emas dan bauksit. Di hulu, Kunto mengatakan ANTM aktif melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimilikinya, serta tinjauan beberapa daerah prospek.

"Dengan komposisi anggota MIND ID (holding tambang BUMN) saat ini juga membuka kesempatan bagi ANTM untuk bersinergi dalam pengelolaan aset pertambangan nasional untuk mendukung pengembangan hilirisasi bisnis mineral yang terintegrasi," kata Kunto kepada Kontan.co.id, beberapa hari lalu.

Baca Juga: Ini target penjualan bijih nikel dan bauksit Aneka Tambang (ANTM) pada 2021

Dia menambahkan, ANTM memiliki strategi untuk memperluas cadangan dan memastikan umur pertambangan hingga lebih dari 25 tahun. Untuk itu, ANTM pun tidak menutup peluang untuk mengikuti lelang wilayah tambang yang ditawarkan Pemerintah (Kementerian ESDM) yang telah memenuhi kriteria.

Untuk meningkatkan cadangan pada komoditas emas, imbuh Kunto, strategi yang dilakukan ANTM bisa melalui eksplorasi maupun merger dan akuisisi (M&A). "Demikian juga untuk cadangan nikel dan bauksit dimana saat ini tersedia dengan baik, langkah yang dilakukan meningkatkan dan memelihara cadangan melalui intensifikasi eksplorasi serta pengembangan bisnis hilirisasi dan juga melalui kerjasama strategis," terangnya.

Dalam melihat peluang lelang tambang, ANTM akan mempertimbangkan sejumlah hal. Antara lain prospek sumber daya dan cadangan wilayah pertambangan, serta integrasinya dengan strategi yang sedang dijalankan ANTM. Khususnya yang berkaitan dengan proyek hilirisasi nikel class 1 dan 2, rantai nilai bauksit-alumina-aluminium, serta pengembangan bisnis trading emas.

Terkait dengan lelang tambang, Kompensasi Data Informasi (KDI) yang ditetapkan Kementerian ESDM juga bakal menjadi pertimbangan. "Semakin kompetitif perhitungan harga KDI tentu saja akan semakin mempermudah pelaku bisnis untuk ikut serta dan memperoleh kesempatan untuk segera mengelola wilayah tambang tersebut," ujar Kunto.

ANTM memang belum membeberkan anggaran eksplorasi untuk tahun ini. Tapi, Kunto bilang kegiatan eksplorasi ANTM akan semakin diintensifkan pada 2021 untuk mendukung rencana hilirisasi dan meningkatkan sumber daya-cadangan mineral komoditas inti, yakni menitikberatkan kegiatan eksplorasi yang mampu mendukung pengembangan di komoditas nikel, emas dan bauksit. 

"Kegiatan eksplorasi ANTM akan dilakukan beberapa wilayah IUP Perusahaan seperti di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat dan Jawa Barat," pungkas Kunto.

Selanjutnya: ANTM Mengantongi Dua IUPK Tambang Nikel Eks INCO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .