RoI Dana Pensiun Lembaga Keuangan Naik Jadi 0,75% per April 2026, Ini Kata Asosiasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Return on Investment (RoI) Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) konvensional meningkat secara bulanan dari 0,41% per Maret 2026 menjadi 0,75% per April 2026.

Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menerangkan kenaikan RoI DPLK tersebut utamanya dipicu langkah taktis manajer investasi dalam mengoptimalkan instrumen pendapatan tetap saat yield Surat Berharga Negara (SBN) mulai melandai.

"Penurunan yield itu otomatis mendongkrak harga obligasi dan memperkuat valuasi portofolio. Di tengah tantangan pasar global, industri berhasil melakukan rebalancing ke instrumen yang lebih resilien untuk mengamankan imbal hasil yang kompetitif," ujar Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).


Baca Juga: Lima Tahun Beroperasi, Dana Kelolaan INA Tembus Rp 146,2 Triliun

Lebih lanjut, Tondy menyampaikan industri DPLK perlu melakukan sejumlah upaya menjaga RoI, seiring adanya tantangan pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate. Dia bilang DPLK tahun ini sebaiknya menerapkan strategi investasi defensif aktif.

"Kami merekomendasikan taktik shifting dana dengan memperbesar porsi deposito perbankan memanfaatkan momentum bunga tinggi.

Selain itu, Tondy menyebut industri juga perlu fokus pada obligasi korporasi berperingkat tinggi dengan tenor pendek hingga menengah. Hal itu menjadi kunci untuk meminimalkan risiko pasar, sekaligus menjaga kestabilan imbal hasil peserta.

Baca Juga: Bisnis Bullion Dinilai Masih Menarik, Tapi Sulit Ditembus Gadai Swasta

Sementara itu, Asosiasi DPLK menilai cukup menantang tahun ini bagi industri dana pensiun untuk menyamai angka RoI pada tahun lalu yang sebesar 8,18%. Tondy menyebut hal itu karena dinamika makroekonomi jauh lebih ketat tahun ini.

Oleh karena itu, Tondy bilang saat ini industri DPLK bersikap realistis dengan mengutamakan perlindungan nilai dana jangka panjang peserta.

"Kami melihat kisaran 7% hingga 8% sebagai proyeksi yang lebih konservatif dan prudent, tetapi tetap realistis untuk dicapai tahun ini," kata Tondy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News