Rosatom Sisakan 20 Staf di PLTN Bushehr Iran di Tengah Evakuasi Besar-Besaran



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, menyatakan hanya sekitar 20 personel yang masih bertahan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr, Iran, setelah perusahaan itu memasuki tahap akhir evakuasi pekerjanya.

Langkah ini diambil menyusul eskalasi konflik setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Sejak saat itu, Rosatom telah menarik ratusan staf dari lokasi proyek tersebut.

Kepala Rosatom, Alexei Likhachev, menegaskan bahwa perusahaan tetap bersiap untuk melanjutkan proyek pembangunan unit kedua dan ketiga di Bushehr ketika situasi memungkinkan. 


Baca Juga: Rusia Siap Evakuasi Staf dari PLTN Bushehr Iran Jika Situasi Memburuk

"Kami harus siap semaksimal mungkin untuk melanjutkan pembangunan," ujarnya.

Evakuasi masih terus berlangsung. Likhachev menyebut, gelombang terbaru yang terdiri dari 108 pekerja diperkirakan menyeberang dari Iran menuju Armenia pada Selasa malam.

Rosatom sendiri merupakan pihak yang membangun dua unit tambahan di kompleks PLTN Bushehr, yang menjadi salah satu proyek strategis Rusia di sektor energi nuklir Iran.