ROTI akan membangun dua pabrik baru tahun Ini



JAKARTA. Sepanjang  kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk berhasil mencetak kenaikan laba bersih yang signifikan. Perusahaan berkode saham ROTI ini membukukan laba bersih sebesar Rp 56 miliar. Sebagai pembanding, di kuartal I tahun lalu, laba bersih perusahaan hanya sekitar Rp 32,57 miliar.

"Peningkatan kinerja ROTI sejalan dengan adanya peningkatan permintaan," ujar Stephen Orlando, Public Relation Nippon Indosari Corporindo, Rabu (1/5). Terbukti, penjualan bersih ROTI hingga Maret 2013 mencapai Rp 356,72 miliar, atau naik 30% dari periode yang sama tahun 2012.

Naiknya penjualan ini tidak lepas dari upaya produsen roti ini menciptakan varian baru. Asal tahu saja, di tiga bulan pertama tahun ini, ROTI telah meluncurkan sejumlah produk baru. Produk tersebut antara lain roti Sandwich Blueberry dan roti Sandwich Krim Keju.


Demi memperbesar binsisnya, ROTI juga berniat membangun pabrik baru di di Cikande dan Purwakarta tahun ini. Untuk itu, perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Salim ini menyiapkan dana belanja modal sekitar Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar.

Dana itu sudah termasuk memenuhi kebutuhan tambahan sarana dan prasarana produksi pabrik yang berlokasi di Pasuruan. Adapun, untuk pembangunan pabrik, kata Stephen, nilai investasinya berkisar Rp 100 miliar sampai Rp 200 miliar. Hal itu tergantung lokasi dan kapasitas masing-masing pabrik tersebut.

ROTI telah menyiapkan lahan seluas satu hektare (ha) untuk pembangunan kedua pabrik baru itu. Targetnya, pabarik-pabrik baru ini sudah bisa beroperasi pada akhir tahun 2013 ini.

Saat ini, ROTI telah memiliki delapan pabrik. Tiga pabrik berlokasi di Cikarang. Sedangkan pabrik lainnya berlokasi di Pasuruan, Medan, Semarang, serta Makassar.

Delapan pabrik itu terdiri dari 10 lini produksi roti tawar dan 14 lini produksi roti manis. Dengan tambahan dua pabrik baru kelak, lini produksi ROTI bertambah menjadi sekitar 28 hingga 30 lini produksi.

Informasi saja, sepanjang tiga bulan pertama 2013 ini, roti manis Sari Roti memberikan kontribusi pendapatan terbesar. Nilainya mencapai Rp 202,5 miliar. Kemudian, disusul penjualan roti tawar yang sebesar Rp 192,39 miliar. Sisanya, perusahaan ini mendulang fulus dari penjualan kue sari yang sebesar Rp 1,16 miliar. Adapun penjualan produk lainnya hanya senilai Rp 1,58 miliar.

Terkait isu kenaikan harga bahan bakar, manajemen ROTI mengaku tidak khawatir. Menurut Stephen, Nippon tidak akan menaikan harga jual produknya tahun ini. Manajemen ROTI memiliki kebijakan untuk menaikkan harga jual setiap dua tahun sekali.

Nah, ROTI sudah menaikkan harga jual tahun lalu. Sehingga, naiknya harga jual baru akan terjadi kembali tahun 2014 mendatang. Strategi ini digunakan untuk mengantisipasi bengkaknya beban usaha.

Sekadar informasi, sepanjang Januari-Maret 2013, ROTI harus menanggung beban usaha senilai Rp 98,53 miliar. Angka ini naik dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 82,19 miliar.

Tahun ini, Nippon Sari menargetkan bisa meraup kenaikan penjualan sebesar 30% year on year (yoy). Sepanjang 2012, penjualan ROTI sebesar Rp 1,2 triliun. Berarti, tahun ini manajemen berharap bisa menjaring fulus sebesar Rp 1,56 triliun dari penjualan roti. Dalam hal pemasaran, ROTI menggunakan saluran distribusi modern, tradisional, dan institusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Amailia Putri