KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di sektor jasa konstruksi pertambangan dan penyewaan alat berat, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berhasil membalikan rugi bersih menjadi laba bersih per September 2026. Pada kuartal III-2026, RMKO mencatatkan laba bersih sebesar Rp 58,6 miliar. Ini ditopang oleh pendapatan usaha yang naik 32,8% secara tahunan secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp 164,1 miliar di periode Juli–September 2026. Secara akumulatif, pendapatan usaha RMKO meningkat 57,4% YoY menjadi Rp 345,3 miliar selama sembilan bulan pertama di 2026. Pendapatan ini topang oleh kenaikan seluruh segmen usaha RMKO.
Segmen konstruksi meningkat 230,9% secara tahunan menjadi Rp 143,7 miliar yang berkontribusi 41,6% dari total pendapatan RMKO. Ini didorong oleh progres pembangunan fasilitas pendukung di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Emiten Tambang dan Migas Terus Genjot Belanja Eksplorasi, Ini Dampaknya ke Saham Kemudian jasa rental RMKO melonjak 50,1% secara tahunan menjadi Rp 98,9 miliar atau setara dengan 28,6% dari total pendapatan. Raihan ini ditopang oleh peningkatan volume train loading di periode Januari–September 2026. Segmen terakhir jasa pertambangan RMKO menyumbang Rp 102,8 miliar atau 29,8% dari total pendapatan. Ini meningkat 12,5% secara tahunan, yang ditopang oleh peningkatan hauling. Dari sisi bottom line, laba bersih sembilan bulan RMKO mencapai Rp 1,2 miliar. Raihan ini berbalik dari rugi Rp 51,3 miliar pada sembilan bulan di 2025. Direktur Operasional Royaltama Mulia Kontraktorindo Daniel Yosa menjelaskan perbaikan kinerja terutama didorong bertambahnya tambang pihak ketiga yang menjadi mitra perusahaan sepanjang tahun ini. Sepanjang 2026, RMKO telah melayani enam tambang pihak ketiga, yakni Duta Bara Utama, Cakrawala Pratama Manunggal, Sahala Bara Lestari, Ulima Nitra, Sinar Wijaya Energi, dan Tiga Putri Bersaudara. “Kami akan terus mendukung implementasi investasi grup pada hauling road ini, dengan menambah konektivitas ke tambang-tambang potensial,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Aturan Baru Jasa Tambang Berpotensi Tekan Biaya Emiten Minerba Daniel menyampaikan RMKO juga akan meningkatkan kekuatan jalan menggunakan chip seal untuk mendukung fase pertumbuhan volume berikutnya sekaligus memperluas konektivitas menuju tambang potensial. Secara operasional, volume hauling RMKO di kuartal III-2026 mencapai 578.700 ton atau naik 138,5% secara tahunan. Masih di periode yang sama, volume train loading RMKO meningkat 77,9% menjadi 994.800. Secara kumulatif, volume hauling RMKO mencapai 1,1 juta ton atau naik 122,4% di Januari–September 2025. Adapun volume train loading mencapai 2,3 juta ton, meningkat 155,9% dibandingkan sembilan bulan pertama 2025. Direktur Keuangan Royaltama Mulia Kontraktorindo Elbert menambahkan layanan terintegrasi dari hulu ke hilir memungkinkan perusahaan memperoleh sumber pendapatan berurutan dari volume batubara yang sama.
Elbert juga menyebut volume tambang pihak ketiga dengan perjanjian di bawah RMKE dicatat sebagai pendapatan berelasi, meskipun sumber volume tetap berasal dari tambang pihak ketiga. “Kami berharap pertumbuhan berlanjut seiring perluasan tambang yang dilayani, dengan dukungan kejelasan RKAB dan kebijakan ekspor,” kata Elbert.
Baca Juga: Emiten Jasa Tambang Dapat Panggung Baru Berkat Aturan Baru Kementerian ESDM Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News