RPX tantang JNE di jasa pengiriman ritel



JAKARTA. Pasar bisnis pengiriman jasa logistik skala ritel di Indonesia kian menggiurkan saja. Ini terbukti dengan ketertarikan, penyedia jasa pengiriman dan logistik RPX untuk ikut nimbrung.

Jika sebelumnya perusahaan ini hanya konsentrasi melayani pelanggan korporat alias business to business, kini perusahaan yang berkantor di Pondok Pinang ini akan mulai menyasar level business to customer termasuk skala ritel.

Keputusan perusahaan itu disampaikan Vice President of Sales and Marketing RPX Group, Andry Adiwinarso, kepada KONTAN, Kamis (4/7) kepada KONTAN di Jakarta.


Untuk mendukung rencana ekspansi itu, perseroan sudah menggelontorkan dana senilai US$ 50 juta yang dialokasikan untuk sektor infrastruktur, termasuk kategori armada pengiriman dan pengembangan jaringan IT.

Menurutu Andry, dana tersebut merupakan alokasi ekspansi mulai tahun 2010 sampai dengan 2015. Menurut Andry, pihaknya sudah mempersiapkan ekspansi sejak  awal. “Sejak 2011 kami mengetahui data statistik PDB Indonesia yang besarnya US$ 3.000,” tukas Andry.

Agar bisa merambah sektor jasa pengiriman logistik skala ritel, RPX akan melakukan strategi berupa kerjasama dengan pengusaha e-commerce. Saat ini, RPX mengaku sudah menjadi partner dari situs e-commerce seperti zalora.co.id, livingsocial.co.id, lazada.co.id, serta blibli.com.

“Transaksi online besarnya sekarang masih 10% dari total transaksi keseluruhan yang kami tangani. Dalam dua-tiga tahun ke depan, kami target pangsanya naik jadi 20%-30%,” kata Andry. Saat ini, pengusaha yang berjualan secara tradisional masih mendominasi penghasilan RPX.

 Sementara itu, mendekati Lebaran, Andry mengakui adanya kenaikan transaksi pengiriman sebesar 10-20%. Jika RPX masuk ke lini ritel, maka RPX tentu saja akan berhadapan langsung dengan POS Indonesia, TIKI dan JNE yang saat ini menguasai pangsa Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri