KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rumah Sakit (RS) President University mulai beroperasi di Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang ditandai dengan peluncuran logo RS President University pada Sabtu (10/10/2026). Rumah sakit yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem Jababeka Medical City ini membidik layanan kesehatan kanker sebagai salah satu layanan unggulan, dengan rencana pengembangan kapasitas hingga 200 tempat tidur. Founder President University sekaligus Founder & Chairman PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, mengatakan RS President University akan dikembangkan menjadi rumah sakit berstandar internasional. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi alternatif layanan kesehatan bagi ekspatriat yang bekerja di kawasan industri Cikarang.
“Karena, kalau ribuan pabrik dari 46 negara dengan banyak ekspatriat di Cikarang didiami saja, mereka akan pergi berobat ke Singapura, Penang-Malaysia, atau Australia. Jadi, kita harap, RS President University ini bisa menjadi proyek percontohan bagi Kabupaten Bekasi, dan dapat dukungan pemerintah dan semua pihak,” ungkap Darmono, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Bisnis Layanan Kanker Bertumbuh, Kebutuhan Perawat Onkologi Bertambah Peluncuran RS President University menjadi langkah awal untuk memperkenalkan rumah sakit tersebut kepada para pemangku kepentingan, termasuk tenant kawasan industri, perbankan, perusahaan asuransi, dan mitra strategis. RS President University berlokasi di Jalan Niaga Raya, Kabupaten Bekasi, di atas lahan sekitar 6.800 meter persegi. Rumah sakit ini berada dalam ekosistem Jababeka Medical City, yang sebelumnya telah memiliki Fakultas Kedokteran President University. Direktur Utama PT Rumah Prima Sehat, Johanes Poso, mengatakan RS President University telah mengantongi izin operasional rumah sakit tipe D. Saat ini, perusahaan tengah menyiapkan pengoperasian sejumlah fasilitas dan layanan kesehatan secara bertahap. “Kami menyadari perjalanan ini masih panjang dan perlu waktu untuk mengembangkan RS President University, namun dengan dukungan
founder,
board of Trustee FKPU, mitra internasional, direksi RS President University, kami percaya cita-cita besar ini dapat diwujudkan secara bertahap,” ujarnya. Untuk tahap awal, RS President University menyiapkan layanan poliklinik dan
medical check-up (MCU). Adapun peluncuran rumah sakit secara keseluruhan dijadwalkan pada November 2026. Dari sisi fasilitas, rumah sakit ini memiliki kapasitas awal 54 tempat tidur, instalasi gawat darurat (IGD), poliklinik, layanan operasi, farmasi, laboratorium, radiologi, serta layanan rujukan. Rumah sakit juga menyiapkan layanan dokter spesialis anak dan kesehatan ibu, penyakit dalam, gizi, serta kebidanan dan kandungan.
Baca Juga: Siloam (SILO) Lanjutkan Ekspansi Rumah Sakit hingga Akhir 2026 Johanes menyebutkan, saat ini RS President University telah memiliki 111 karyawan yang mencakup dokter, tenaga kesehatan, pegawai administrasi, dan tenaga pendukung rumah sakit. Pihaknya juga tengah mematangkan persiapan operasional, termasuk proses akreditasi. Setelah layanan
cancer center dikembangkan, RS President University berencana menghadirkan
cardiac center atau pusat layanan penyakit jantung. Kedua layanan tersebut dipilih karena kanker dan penyakit jantung menjadi persoalan kesehatan yang banyak dihadapi masyarakat Indonesia. Untuk mendukung pengembangan layanan kanker, manajemen telah melakukan kunjungan ke Taiwan dan Tiongkok guna mempelajari perkembangan teknologi penanganan penyakit tersebut. Rumah sakit juga menjalin kerja sama internasional dengan mitra dari kedua negara. Selain mengembangkan layanan unggulan, RS President University juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyambut kehadiran rumah sakit tersebut dan mendorong agar manajemen segera menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Hal itu agar masyarakat Kabupaten Bekasi yang butuh pelayanan kesehatan atau terkena
cancer bisa berobat di RS President University dan bisa dilayani dengan baik untuk mencapai kesembuhan “Untuk (kebutuhan) terkait regulasi, birokrasi, perizinan, akan saya kawal. Apalagi saya seorang dokter, yang memang kesehatan, sangat saya prioritaskan,” katanya.
Baca Juga: Biaya Perawatan Meningkat, Rumah Sakit Mengembangkan Layanan Nonmedis Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News