KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keterbatasan ruang fiskal pada APBN 2027 mengharuskan pemerintah lebih selektif dalam mengakomodasi usulan tambahan anggaran kementerian/lembaga (K/L), dengan prioritas sebaiknya diberikan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman mengatakan, ruang fiskal APBN 2027 sangat terbatas sehingga usulan tambahan anggaran Rp 984 triliun dari lebih dari 30 K/L tidak mungkin dipenuhi seluruhnya tanpa mengganggu target defisit APBN yang dibatasi maksimal 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurut Rizal, apabila pemerintah tetap ingin menambah belanja, alokasinya harus difokuskan pada program-program prioritas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ruang Fiskal Menipis, Ini Sektor yang Perlu Diprioritaskan dalam Anggaran 2027
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keterbatasan ruang fiskal pada APBN 2027 mengharuskan pemerintah lebih selektif dalam mengakomodasi usulan tambahan anggaran kementerian/lembaga (K/L), dengan prioritas sebaiknya diberikan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman mengatakan, ruang fiskal APBN 2027 sangat terbatas sehingga usulan tambahan anggaran Rp 984 triliun dari lebih dari 30 K/L tidak mungkin dipenuhi seluruhnya tanpa mengganggu target defisit APBN yang dibatasi maksimal 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurut Rizal, apabila pemerintah tetap ingin menambah belanja, alokasinya harus difokuskan pada program-program prioritas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
TAG: