KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belanja pemerintah belum mampu mengembalikan laju pertumbuhan ekonomi ke jalur yang lebih tinggi. Di sisi lain, ruang fiskal yang semakin sempit diperkirakan membatasi kemampuan pemerintah menopang ekonomi pada paruh kedua 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 sebesar 5,29% secara tahunan (YoY), melambat dari 5,61% pada kuartal I-2026. Perlambatan ini terjadi meski konsumsi pemerintah masih tumbuh dua digit. Pada kuartal II-2026, konsumsi pemerintah meningkat 15,97% YoY. Namun, laju tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya sehingga belum mampu mengimbangi perlambatan aktivitas ekonomi.
Ruang Fiskal Menyempit, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Berisiko Kehilangan Tenaga
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belanja pemerintah belum mampu mengembalikan laju pertumbuhan ekonomi ke jalur yang lebih tinggi. Di sisi lain, ruang fiskal yang semakin sempit diperkirakan membatasi kemampuan pemerintah menopang ekonomi pada paruh kedua 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 sebesar 5,29% secara tahunan (YoY), melambat dari 5,61% pada kuartal I-2026. Perlambatan ini terjadi meski konsumsi pemerintah masih tumbuh dua digit. Pada kuartal II-2026, konsumsi pemerintah meningkat 15,97% YoY. Namun, laju tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya sehingga belum mampu mengimbangi perlambatan aktivitas ekonomi.
TAG: