Ruang Pertumbuhan Industri Asuransi di Indonesia Masih Cukup Besar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar. 

Allianz Research dalam laporannya bertajuk Allianz Global Insurance Report 2026 mengungkapkan bahwa premi industri nasional tumbuh 11% pada 2025 jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa asuransi makin dibutuhkan masyarakat di tengah berbagai risiko yang terus berkembang.


"Pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu, (4/7/26).

Selain itu, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih terbilang relatif rendah, yaitu hanya sebesar 1,3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Hal ini membuat industri asuransi memiliki peluang besar untuk terus tumbuh ke depannya.

Allianz Research kemudian memperkirakan kalau industri asuransi Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan tahunan secara keseluruhan mencapai 8,2% dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan PDB yang sebesar 7,6%.

Di samping itu, prospek asuransi jiwa juga diperkirakan akan tumbuh 4,9% per tahu yang didukung oleh tingkat suku bunga lebih tinggi.

Alexander menambahkan, meningkatnya biaya layanan kesehatan menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi industri sehingga keberlanjutan premi asuransi kesehatan perlu dijaga agar perlindungan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Kendati demikian, Allianz Research menilai prospek industri asuransi di Indonesia akan tetap bertumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa, kesehatan, dan aset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News