Rubio Mengklaim Ada Sejumlah Kemajuan Dalam Perundingan AS dengan Iran



KONTAN.CO.ID - HELSINGBORG. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan, Amerika Serikat telah melihat sejumlah kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran dan terus berkomunikasi dengan mediator Pakistan, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

"Ada beberapa kemajuan. Saya tidak akan melebih-lebihkannya. Saya tidak akan meremehkannya," kata Rubio kepada wartawan setelah pertemuan para menteri NATO di Swedia seperti dilansir Reuters, Jumat (22/5/2026).

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," tambahnya. "Kita belum sampai di sana. Saya harap kita bisa sampai di sana."


Presiden Donald Trump lebih memilih untuk mencapai kesepakatan yang baik, kata Rubio. 

Baca Juga: UE Pertimbangkan Relaksasi Sanksi terhadap Produsen Semikonduktor China

"Kekhawatiran utama tetap bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir dan masalah pengayaan uranium di masa depan perlu dibahas, serta pembukaan kembali Selat Hormuz," katanya.

"Kita berurusan dengan sekelompok orang yang sangat sulit, dan jika tidak ada perubahan, maka presiden telah menyatakan dengan jelas bahwa ia memiliki pilihan lain," kata Rubio.

"Ia lebih menyukai opsi negosiasi dan kesepakatan yang baik, tetapi ia sendiri telah menyatakan kekhawatiran bahwa mungkin itu tidak mungkin. Tetapi kita akan terus mencoba."

Baca Juga: WHO Naikkan Risiko Wabah Ebola di Kongo Menjadi Sangat Tinggi di Tingkat Nasional

Rubio mengatakan Amerika Serikat terus berkomunikasi dengan pihak Pakistan yang memfasilitasi pembicaraan dengan Iran.

Tidak ada permintaan khusus dari AS pada hari Jumat untuk bantuan dari NATO di Selat Hormuz, tetapi perlu ada Rencana B jika Iran menolak untuk membuka kembali jalur pasokan, kata Rubio setelah penutupan pertemuan NATO.