Rudal Hipersonik Fattah-2: Spesifikasi, Kecepatan Mach 15, & Ancaman bagi AS-Israel
Kamis, 05 Maret 2026 04:00 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim penggunaan rudal hipersonik Fattah-2 dalam operasi “True Promise 4”. Senjata yang disebut sebagai teknologi generasi masa depan ini dikerahkan untuk membalas serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyasar wilayah Iran. Jika klaim tersebut terverifikasi secara independen, maka ini akan menjadi debut operasional pertama rudal hipersonik Fattah-2 di medan tempur. Lantas, apa sebenarnya yang membuat Fattah-2 begitu ditakuti oleh militer Barat? Kecepatan Mach 15 dan Teknologi HGV: Benarkah Mustahil Dicegat?
Fattah-2 merupakan versi mutakhir dari rudal Fattah yang diperkenalkan Iran pada 2023. Perbedaan paling mencolok terletak pada penggunaan Hypersonic Glide Vehicle (HGV). Berbeda dengan rudal balistik tradisional yang bergerak dalam lintasan parabola dan relatif bisa diprediksi radar, HGV memungkinkan rudal untuk bermanuver dan mengubah lintasan di tengah penerbangan. Artinya, jalur terbangnya tidak lagi mudah ditebak seperti “busur panah”. Melansir laporan WION, Fattah-2 diklaim mampu meluncur hingga Mach 15 atau sekitar 18.500 kilometer per jam. Pada kecepatan tersebut, waktu respons sistem pertahanan udara menjadi sangat sempit. Kemampuan terbang pada ketinggian lebih rendah serta manuver lateral membuat sistem pertahanan seperti Patriot milik AS maupun Iron Dome milik Israel menghadapi tantangan baru. Sistem interseptor konvensional umumnya dirancang untuk menghadapi roket atau rudal balistik dengan lintasan yang lebih stabil. Baca Juga: Biaya Serangan Awal AS ke Iran Setara Anggaran MBG 14 Hari Spesifikasi Teknis Fattah-2: “Monster Langit” Teheran Berdasarkan laporan The Defense Watch, berikut spesifikasi teknis rudal hipersonik Fattah-2: - Jangkauan serang: 1.000 hingga 1.500 kilometer - Kecepatan maksimal: Mach 10 hingga Mach 15 - Sistem pemandu: Inertial Navigation System (INS) dengan potensi pembaruan satelit - Hulu ledak: 300–500 kg (high explosive atau penetrator) - Platform peluncur: Mobile launcher berbasis darat Dengan jangkauan 1.500 km, rudal ini mampu menjangkau seluruh wilayah Israel, pangkalan militer AS di kawasan Teluk, hingga aset strategis di Laut Arab. Platform peluncur mobile berbasis darat juga membuatnya lebih sulit dideteksi sebelum peluncuran. Tonton: OTT Bupati Pekalongan, Diduga Atur Tender Outsourcing di Sejumlah Dinas Ancaman bagi Kapal Induk dan Pangkalan AS Meski Iran membatasi jangkauan rudalnya hingga 2.000 km, radius tersebut sudah cukup untuk mencakup sebagian besar target strategis di Timur Tengah. Analis militer memperingatkan bahwa rudal hipersonik seperti Fattah-2 berpotensi mengincar kapal induk dan kapal perusak AS, yang selama ini menjadi simbol proyeksi kekuatan militer Washington di kawasan. Tal Inbar, analis kebijakan ruang angkasa yang dikutip Times of Israel, menyebut rudal hipersonik sebagai ancaman nyata dan tantangan serius bagi sistem pencegat mana pun. Menurutnya, kemampuan HGV untuk terbang rendah dan bermanuver membuat pelacakan radar menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan rudal balistik konvensional. Baca Juga: Cek Akun GoPay, Mitra Gojek Bisa Terima BHR Lebaran 2026 Hingga Rp 1,6 Juta Dilema Pertahanan Berlapis Israel Israel mengandalkan sistem pertahanan udara berlapis untuk menangkal berbagai jenis ancaman, mulai dari roket jarak pendek hingga rudal jarak jauh. Namun, kecepatan dan kemampuan manuver Fattah-2 memaksa sistem interseptor bekerja melampaui batas prediksi algoritma tradisional.
Sejumlah pakar masih meragukan klaim operasional Iran dan mempertanyakan apakah kemampuan Mach 15 serta efektivitas HGV tersebut telah teruji dalam kondisi tempur nyata. Meski demikian, kehadiran fisik rudal hipersonik ini tetap menjadi faktor pengubah permainan (game changer) dalam peta kekuatan militer global. Perkembangan ini sekaligus menandai babak baru perlombaan senjata hipersonik, yang tak hanya melibatkan Iran, tetapi juga kekuatan besar dunia lainnya. Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/03/04/134727170/spesifikasi-fattah-2-rudal-hipersonik-siluman-iran-yang-mengancam.
TPIA Tetapkan Force Majeure! Blokade Selat Hormuz Ganggu Pasokan